Rabu, 15 April 2026

Khofifah Serahkan 6 Truk Normalisasi Dimensi, Target Jatim Zero ODOL 2027

Khofifah serahkan 6 truk hasil normalisasi dimensi, dorong target Jatim Zero ODOL 2027.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto

Ringkasan Berita:
  • Khofifah serahkan 6 truk hasil normalisasi dimensi menuju Jatim Zero ODOL 2027.
  • Pemprov Jatim percepat penanganan truk ODOL demi keselamatan jalan.
  • Normalisasi truk ODOL difasilitasi Pemprov untuk tertib transportasi.

 

SURYA.co.id SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolis enam unit truk yang telah dinormalisasi dimensinya kepada perwakilan sopir di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Jumat (6/3/2026). 

Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) sekaligus langkah menuju target Jawa Timur Zero ODOL pada tahun 2027.

Khofifah menegaskan normalisasi dimensi kendaraan merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. 

Ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan.

"Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama dalam normalisasi kendaraan ODOL. InsyaAllah kalau kita gerak bersama Jawa Timur Zero ODOL Tahun 2027,” ujar Khofifah.

Baca juga: Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Tolak Truk ODOL, Pengusaha Angkutan Barang Gelisah

Sementara Ada 160 Truk Dalam Pengukuran Normalisasi

Ia menjelaskan, saat ini Pemprov Jatim melalui Dishub Jatim telah melakukan pengukuran terhadap 160 truk dari total 238 kendaraan milik anggota Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) yang mengikuti program normalisasi dimensi kendaraan. 

Dari jumlah tersebut, enam unit truk telah selesai dilakukan pemotongan dimensi sehingga sesuai dengan standar ketentuan yang berlaku.

“Proses normalisasi semuanya difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan,”katanya.

Seluruh proses normalisasi tersebut, lanjut Khofifah, difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan. 

Menurut Khofifah, langkah ini diharapkan dapat mendorong partisipasi lebih luas dari para pelaku usaha transportasi dan komunitas pengemudi untuk ikut menyesuaikan dimensi kendaraan sesuai regulasi.

Baca juga: Ngopi Bareng Jadi Cara Polda Jatim Lakukan Sosialisasi Truk ODOL ke Sopir dan Pengusaha Truk

Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa pengendalian kendaraan ODOL bukan semata-mata persoalan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan. 

Kendaraan dengan dimensi berlebih dan muatan berlebih terbukti meningkatkan risiko kecelakaan serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.

Kerusakan jalan akibat kendaraan ODOL tidak hanya berdampak pada meningkatnya kebutuhan anggaran perbaikan infrastruktur, tetapi juga berpengaruh pada kelancaran distribusi logistik nasional serta efektivitas berbagai program pemerintah, termasuk Rencana Aksi Keselamatan (RAK).

“Di tengah penguatan logistik nasional, ODOL justru bisa menjadi penghambat. Kerusakan jalan akibat beban berlebih akan mempengaruhi efektivitas distribusi dan keselamatan,” jelasnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved