Dishub Jatim Target Setor Rp 100 Miliar ke PAD, Seperti Ini Strateginya
Dishub Jatim targetkan PAD Rp 100 Miliar di 2026 lewat Trans Jatim dan Trans Laut meski anggaran efisiensi. Simak strategi kreatifnya di sini!
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Dishub Jatim menargetkan PAD sebesar Rp 100 miliar pada tahun 2026, naik signifikan dari capaian Rp 63 miliar di tahun sebelumnya.
- Strategi creative financing dilakukan melalui optimalisasi iklan pada armada bus dan penerapan Terminal On System (TOS) karena tidak adanya penambahan armada baru.
- Pemerintah tetap mengalokasikan subsidi sebesar Rp 250 miliar per tahun untuk menjaga tarif Trans Jatim tetap terjangkau bagi masyarakat dan pelajar.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) memasang target ambisius untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2026.
Melalui optimalisasi layanan angkutan umum massal, SURYA.co.id melaporkan bahwa sektor Trans Jatim dan Trans Laut diproyeksikan mampu menyumbang setoran hingga Rp 100 miliar.
Target jumbo ini bukan tanpa alasan. Pada tahun 2025, Dishub Jatim berhasil mencatatkan rapor hijau dengan menyetorkan PAD sebesar Rp 63 miliar.
Capaian tersebut menempatkan instansi ini sebagai penyumbang pendapatan tertinggi kedua di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, tepat di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, menyatakan optimisme tinggi meski kondisi fiskal pemerintah sedang mengalami efisiensi.
"Alhamdulillah tahun kemarin kami bisa menyetorkan sebesar Rp 63 miliar. Dengan capaian itu, kami optimis bisa meningkatkannya menjadi Rp 100 miliar di tahun 2026," ujar Nyono kepada SURYA.co.id, Senin (16/2/2026).
Strategi Creative Financing: Andalkan Iklan di Badan Bus
Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, Dishub Jatim memastikan tidak ada penambahan armada maupun koridor baru untuk Bus Trans Jatim tahun ini.
Sebagai gantinya, Nyono menerapkan strategi creative financing atau pembiayaan kreatif guna mengejar target PAD.
Salah satu lumbung pendapatan baru yang akan dimaksimalkan adalah sektor periklanan (advertising).
Nyono mengungkapkan, bahwa setiap bus Trans Jatim kini menjadi aset komersial yang bernilai tinggi.
- Reklame Bergerak: Pemanfaatan area belakang dan badan bus untuk iklan komersial.
- Terminal On System (TOS): Digitalisasi penarikan biaya fasilitas di terminal milik Pemprov Jatim.
- Trans Laut: Optimalisasi pendapatan dari pelabuhan di Paciran dan Banyuwangi yang kini mulai menunjukkan tren positif dengan menyumbang sekitar Rp 1 miliar.
"Jangan salah, nilai iklan di belakang bus kami itu cukup besar dan diminati pasar. Ini yang akan kami dorong penuh," tegas Nyono.
Tantangan Trans Jatim Luxury dan Investasi Swasta
Meski permintaan masyarakat untuk penambahan koridor sangat tinggi, Dishub Jatim lebih memilih menawarkan skema Trans Jatim Luxury kepada pihak swasta.
Layanan non-subsidi tersebut, dirancang untuk koridor yang memiliki load factor atau keterisian penumpang di atas 170 persen pada jam sibuk.
Namun, Nyono mengakui tantangan terbesar bagi investor swasta adalah fluktuasi penumpang.
| Kecelakaan Maut Bus Sumber Selamat Vs Truk Boks, Posisi Mogok di Bahu Jalan Disorot Polres Madiun |
|
|---|
| Inayah Wahid Putri Gus Dur Dipersunting Pengasuh Ponpes Annuqayah, Akad Sudah Digelar Awal 2025 |
|
|---|
| Pencurian Kabel Telkom Tulungagung: Polisi Ringkus 10 Tersangka dari Perusahaan Mitra |
|
|---|
| Dipecat Karena Dugaan Selingkuh, Guru PPPK Lumajang Soroti Kejanggalan BAP |
|
|---|
| Kecelakaan Tabrakan Beruntun 4 Kendaraan di Jalan Nasional Mojokerto, Penyebabnya Terungkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kepala-Dishub-Jatim-Nyono-1622026.jpg)