Sabtu, 9 Mei 2026

Indosat Cetak Rekor Pendapatan Rp 15,2 T di 2026, Jatim Jadi Kunci Utama

Indosat mencatat pendapatan Rp15,2 triliun pada kuartal I 2026 dan memperluas jaringan digital hingga desa di Jatim.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Indosat Ooredoo Hutchison
KINERJA POSITIF - Petugas Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) saat melakukan pengecekan BTS. IOH mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang kuat, mencatatkan pertumbuhan dua digit pada indikator keuangan utama di kuartal pertama, yang ditopang oleh hyper-personalization berbasis AI, pengelolaan operasional yang disiplin, serta investasi berkelanjutan dalam keunggulan jaringan dan kapabilitas digital. 
Ringkasan Berita:
  • Indosat membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 15,2 triliun pada Q1 2026, naik 12 persen YoY.
  • Jawa Timur menjadi kontributor pelanggan terbesar kedua nasional dengan total 14,4 juta pengguna dan pertumbuhan trafik data 15,4 persen.
  • Strategi 'Desa Terkoneksi' melalui pembangunan 650 BTS 5G di wilayah rural menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi lokal.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mengawali tahun 2026 dengan torehan prestasi gemilang melalui pencatatan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Emiten telekomunikasi ini berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp 15,2 triliun pada kuartal pertama (Q1) 2026, atau melonjak 12 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY).

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi agresif perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta ekspansi masif hingga ke wilayah pelosok pedesaan, khususnya di Jawa Timur (Jatim). Pertumbuhan dua digit pada indikator keuangan utama ini, menegaskan posisi Indosat sebagai pemain kunci dalam transformasi digital nasional.

Rekor Finansial dan Kekuatan Hyper-Personalization AI

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa performa solid ini didorong oleh penerapan hyper-personalization berbasis AI. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memberikan layanan yang lebih relevan dan spesifik bagi setiap individu pelanggan.

Berikut adalah rincian performa keuangan Indosat pada Q1 2026:

  • Total Pendapatan: Rp 15,2 triliun (Naik 12 persen YoY).
  • EBITDA: Rp 7,2 triliun (Meningkat 13 persen YoY).
  • Laba Bersih: Rp 1,5 triliun (Tumbuh signifikan 26 persen YoY).
  • ARPU Gabungan: Rp 45.000 (Meningkat 15 persen YoY).

"Dengan AI Hyper-personalization, kami dapat lebih relevan dalam setiap interaksi. Hal ini tercermin dari loyalitas pelanggan yang semakin kuat dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Vikram Sinha dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

Jawa Timur: Kontributor Terbesar Kedua Secara Nasional

Wilayah Jawa Timur memegang peranan krusial dalam peta pertumbuhan perusahaan. Hingga awal 2026, Indosat Region Jatim mencatatkan trafik data sebesar 15,4 persen YoY dengan total basis pelanggan mencapai 14,4 juta jiwa.

Fahd Yudhanegoro, EVP - Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan bahwa capaian ini mengukuhkan Jatim sebagai kontributor pelanggan terbesar kedua bagi Indosat di Indonesia. Hal ini didorong oleh kualitas jaringan yang semakin stabil di berbagai titik strategis.

Strategi 'Blusukan' Melalui Program Desa Terkoneksi

Tidak hanya fokus di perkotaan, melalui semangat #LebihBaikIndosat, perusahaan kini gencar melakukan penetrasi ke wilayah rural (pedesaan) di Jawa Timur. Strategi ini diimplementasikan melalui inisiatif "Desa Terkoneksi" yang bertujuan mempersempit kesenjangan digital.

Beberapa poin penting dari ekspansi pedesaan ini meliputi:

  • Jangkauan Desa: Menyentuh 205 desa di Jawa Timur melalui metode pendekatan langsung (blusukan).
  • Infrastruktur: Didukung oleh 650 BTS 5G dan hampir 25.000 BTS 4G di wilayah Circle Java.
  • Dampak Ekonomi: Pertumbuhan pendapatan di Circle Java mencapai 13 persen pada momentum Lebaran 2026, naik tajam dibanding tahun lalu yang hanya 6 persen.

"Kami tidak hanya membawa sinyal, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui edukasi digital dan pembukaan outlet desa. Konektivitas berkualitas hingga tingkat desa adalah mesin pertumbuhan baru bagi kami," pungkas Fahd.

Bagi masyarakat di pelosok Jawa Timur, kehadiran infrastruktur 5G ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas UMKM lokal dan mempermudah akses pendidikan serta layanan kesehatan berbasis digital secara merata.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved