Jumat, 8 Mei 2026

Agroeduwisata Anggur di Kediri Berhasil Tembus Nominator TOP CSR Award 2026

Program ini lahir dari inovasi menjaga keandalan transmisi listrik di jalur ROW SUTT 150 kV.

Tayang:
istimewa/PLN
AGROEDUWISATA - Pendampingan tim dari PLN UIT JBM saat berada di Agroedukasi Anggur di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri yang merupakan salah satu program TJSL. Program ini berhasil masuk sebagai nominator ajang TOP CSR Award 2026 lewat pendekatan inovatif dalam menjaga keandalan sistem transmisi, khususnya pada jalur Right of Way (ROW) jaringan SUTT 150 kV. 

Ringkasan Berita:
  • PLN UIT JBM masuk nominasi TOP CSR Award 2026 lewat program TJSL Agroedukasi Anggur di Desa Toyoresmi, Kediri.
  • Kawasan ROW SUTT 150 kV yang semula berisiko kini jadi ruang produktif dan destinasi agroeduwisata berbasis pertanian modern.
  • Program kolaboratif ini dinilai potensial direplikasi sebagai model pemberdayaan ekonomi, selaras dengan kearifan lokal dan konsep ekonomi hijau.

 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali (JBM) berhasil masuk nominasi TOP CSR Award 2026 lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Agroedukasi Anggur di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri

Program ini lahir dari inovasi menjaga keandalan transmisi listrik di jalur ROW SUTT 150 kV.

Kawasan yang semula berisiko kini bertransformasi menjadi ruang produktif sekaligus destinasi edukasi pertanian modern.

Baca juga: PLN Resmikan SPKLU ke-302 di Uniska Kediri, Siap Dukung Kendaraan Listrik

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Berawal dari pendekatan yang berbeda dalam mitigasi gangguan transmisi, kini berkembang menjadi kawasan agroeduwisata yang memberikan nilai ekonomi dan edukasi bagi masyarakat,” kata General Manager UIT JBM, Ika Sudarmaja dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Kamis (30/4/2026).

Kolaborasi Berbagai Pihak

Program Agroedukasi Anggur Toyoresmi tumbuh lewat kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa dan kabupaten, dinas pertanian, hingga Kelompok Tani PPAT.

Sinergi ini memastikan keberlanjutan program sekaligus memperkuat rasa kepemilikan masyarakat, sehingga inisiatif yang dijalankan tidak hanya produktif tetapi juga berakar kuat pada kebutuhan lokal.

Dalam proses penilaian TOP CSR Award 2026, para dewan juri memberikan sejumlah catatan strategis yang semakin memperkaya arah pengembangan program kedepan.

Model Pemberdayaan Ekonomi

Andri Oktavian, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIT JBM, menambahkan, program ini dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis pemanfaatan ruang ROW yang aman dan produktif.

"Termasuk melalui penguatan kemitraan dengan koperasi desa serta dukungan pembiayaan inklusif untuk memperluas rantai pasok hingga ke dapur gizi dan komunitas," tambahnya.

Program ini juga diapresiasi karena mampu berjalan selaras dengan kearifan lokal.

"Ke depan, penguatan local framework, penyiapan local champion, serta penyusunan exit strategy yang bertahap menjadi kunci agar keberlanjutan program tetap terjaga, mengingat roadmap tiga tahun dinilai masih perlu diperdalam," terang Andri.

Pendekatan Sosial Budaya

Pendekatan sosial budaya menjadi kunci dalam penerimaan program Agroedukasi Anggur Toyoresmi.

Dengan memahami karakteristik wilayah Kediri, termasuk perbedaan sub-sistem budaya kulon kali dan lor kali serta pengaruh tokoh agama, program lebih mudah diterima masyarakat.

Hal ini semakin efektif bila regulasi terkait ROW dan jarak aman disampaikan dengan cara yang kontekstual sesuai budaya lokal.

Ke depan, Agroedukasi Anggur Toyoresmi berpotensi dikembangkan lebih luas sebagai model social enterprise berbasis agroeduwisata, didukung digitalisasi pemasaran serta integrasi dengan program ketahanan pangan dan ekonomi hijau.

BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved