Rabu, 29 April 2026

Kinerja PT Sekar Laut Tbk 2025 Tumbuh, Ini Strategi Hadapi 2026

PT Sekar Laut Tbk catat pendapatan naik 16 persen di 2025, siapkan strategi produk dan ekspor untuk capai target 2026.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Habibur Rohman
RUPS - Direktur Keuangan PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal bersama Corporate Secretary, Jimmy Herlambang saat public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (28/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • PT Sekar Laut Tbk mencatat pendapatan naik 16 persen dan laba tumbuh 6 persen pada 2025.
  • Perusahaan targetkan pendapatan 2026 naik 10 persen dan laba hingga 15 persen.
  • Strategi meliputi produk baru, ekspansi ekspor, dan efisiensi produksi.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Sekar Laut Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan pendapatan tumbuh 16 persen, dibandingkan tahun 2024. Selain itu, laba perseroan juga meningkat sebesar 6 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Kinerja positif ini tak lepas dari upaya kami menjaga stabilitas kinerja ditengah kondisi pasar yang cukup menantang," kata John C Gozal, Direktur Keuangan perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode SKLT saat public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (28/4/2026).

Kinerja Positif dan Target 2026

Dengan capaian tersebut, perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja pada 2026 dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen.

Sementara itu, laba usaha diperkirakan meningkat antara 10 hingga 15 persen.

  • Pendapatan 2025 tumbuh 16 persen
  • Laba meningkat 6 persen
  • Target 2026: laba naik hingga 15 persen

Strategi Hadapi Tantangan Pasar

Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi kondisi ekonomi yang menantang.

"Di tengah kondisi saat ini, di mana harga bahan baku meningkat kemudian daya beli masyarakat yang menurun, kami harus menyiapkan beberapa langkah strategis. Di antaranya kami meluncurkan produk baru untuk pasar retail dengan kemasan yang lebih kecil," jelas Jimmy.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan produksi untuk produk dengan permintaan tinggi, seperti kerupuk goreng dengan berbagai varian baru, termasuk kerupuk ikan.

"Kemasan kecil dan rasa baru untuk kerupuk, diharapkan bisa menggairahkan pasar dan menggaet masyarakat yang masih memiliki kemampuan membeli," ungkap Jimmy.

Ekspansi Pasar Ekspor Baru

Untuk menjaga kinerja ekspor, perseroan mulai membidik pasar baru di Asia dan Afrika, seiring hambatan di kawasan Timur Tengah (Timteng) akibat konflik geopolitik.

"Di antaranya Taiwan, China dan Afrika. Kalau pasar ekspor kami di Timteng memang tidak punya begitu besar, paling besar masih di Eropa. Dan dengan penetrasi lebih kuat di pasar Taiwan dan China ini bisa mendorong kinerja ekspor tetap stabil tanpa terdampak perang," terang Jimmy.

Meski demikian, ekspor ke Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Dubai masih berjalan, meskipun mengalami perlambatan akibat kendala logistik dan terbatasnya kontainer pengiriman.

Tambah Kapasitas dan Efisiensi Produksi

Perseroan juga meningkatkan kapasitas produksi dari 35.000 ton pada 2025, menjadi 45.000 ton pada 2026, dengan fokus peningkatan pada produk saus sambal.

"Permintaan saos sambal meningkat. Jadi kami tambah produksi dengan menyiapkan capex untuk menambah mesin-mesin baru yang lebih efisien," lanjut Jimmy.

Dengan penggunaan mesin baru, diharapkan efisiensi biaya produksi dapat meningkat tanpa harus menaikkan harga jual produk.

Di sisi lain, kenaikan harga bahan kemasan plastik juga menjadi tantangan tersendiri. Namun perusahaan berupaya mengatasinya dengan strategi penyediaan stok kemasan lebih awal, serta menambah jumlah pemasok untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved