Laba Bersih 2025 FIF Group Tembus Rp 4,63 Triliun, Tumbuh 4,92 Persen
FIF (Astra Group) raup laba bersih Rp 4,63 triliun di 2025, tumbuh 4,92%. Penyaluran pembiayaan tembus Rp 49,45 triliun dengan NPF sehat.
Ringkasan Berita:
- FIF membukukan laba bersih Rp 4,63 triliun pada 2025, tumbuh 4,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Penyaluran pembiayaan mencapai Rp 49,45 triliun dengan total 3,39 juta unit yang dibiayai.
- Rasio kredit bermasalah atau NPF Nett terjaga sangat sehat di angka 0,20 persen pada akhir tahun 2025.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan Astra dan bagian dari Astra Financial, mencatat laba bersih sebesar Rp4,63 triliun pada periode Januari hingga Desember 2025.
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,92 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, di mana laba bersih tercatat sebesar Rp4,42 triliun.
Direktur FIF, Valentina Chai, menyampaikan bahwa apa yang dicapai perseroan tidak lepas dari kontribusi yang luar biasa dari seluruh pelanggan, mitra bisnis, dan karyawan FIF.
“Kami mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas pencapaian yang diraih perseroan. Ini menjadi bukti kepercayaan seluruh pihak yang menjadikan FIF sebagai solusi finansial pilihan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembiayaan,” kata Valentina.
Peningkatan laba bersih FIF tercermin dalam nilai penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp49,45 triliun hingga akhir kuartal IV 2025, meningkat 7,64 persen (yoy).
Peningkatan ini juga selaras dengan kenaikan jumlah unit yang dibiayai, yang mencapai 3,39 juta unit, naik 4,85 persen (yoy).
Pertumbuhan laba bersih perseroan tersebut diperoleh dari operasional seluruh layanan pembiayaan. Yakni, FIFASTRA yang hadir lewat pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA untuk produk elektronik, gadget, hingga perabot rumah tangga, dan DANASTRA yang menyediakan pembiayaan multiguna.
Selain itu, FINATRA hadir lewat pembiayaan mikro produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta AMITRA untuk pembiayaan syariah Haji dan Umrah.
Valentina mengatakan FIF terus berupaya mengoptimalkan seluruh layanan pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan.
“Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia, kami optimistis untuk terus berupaya memberikan layanan terbaik dari seluruh layanan pembiayaan kami yang diperkuat dengan value chain serta digitalisasi, untuk menjadi solusi bagi seluruh kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia,” tutur Valentina.
Secara Net-Services Asset (NSA), NSA perseroan tumbuh sebesar 14,38 persen yoy menjadi Rp53,44 triliun pada kuartal IV 2025.
Selain itu, FIF mempertahankan rasio Non-Performing Finance (NPF) Nett di level 0,20 persen pada kuartal IV 2025, menjadikannya sebagai perusahaan pembiayaan dengan kinerja yang sangat sehat berdasarkan indikator yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Valentina menegaskan, di tengah tantangan ekonomi nasional, FIF ingin hadir sebagai #TemanMeraihImpian bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui inovasi-inovasi dan layanan terbaik. Hal ini sejalan dengan misi perseroan: Membawa Kehidupan yang Lebih Baik untuk Masyarakat. (*)
FIF GROUP
PT Federal International Finance
Valentina Chai
Astra Financial
Otoritas Jasa Keuangan
Astra International
Meaningful
Multiangle
| Gara-gara Mancing, Pria Tulungagung Sabit Tetangga dan Nyaris Diamuk Massa |
|
|---|
| Profil Ahmad Vahidi Jenderal IRGC yang Rancang Strategi Iran Hadapi AS, Ternyata Buronan Interpol |
|
|---|
| Bridge VC Unair Surabaya Juara Essay Kadin Jatim Lewat Inovasi AI untuk Startup |
|
|---|
| Indonesia Peringkat 4 Dunia Kanker Usus Besar, Dokter Soroti Deteksi Dini |
|
|---|
| Telanjur Disomasi Rp400 Juta dan Dilaporkan Propam Gara-gara Mangkir Nikah, Briptu Alim Kini Siap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Laporan-Kinerja-2025-PT-Federal-International-Finance.jpg)