Fundamental Ekonomi Solid, Kadin Jatim Prediksi PDRB Jawa Timur 2026 Tumbuh 5,3 Persen
Memasuki tahun 2026, Provinsi Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan tumbuh di kisaran 5,3 persen.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Ringkasan Berita:
- Pertumbuhan PDRB Jatim diprediksi 5,3 persen di 2026, didukung konsumsi, investasi, dan ekspor.
- Inflasi stabil (2–3 % ) dan terkendali, daya beli masyarakat terjaga.
- Realisasi investasi diproyeksikan meningkat berkat PSN dan kemudahan izin.
- Ekspor positif didorong pemulihan mitra dagang dan hilirisasi.
SURYA.co.id | SURABAYA - Memasuki tahun 2026, Provinsi Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan tumbuh di kisaran 5,3 persen.
"Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim diperkirakan bakal mencapai 5,3 persen, sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia untuk ekonomi nasional di rentang 4,9 persen –5,7 persen. Hal ini sesuai dengan fundamental ekonomi yang terbilang sangat solid dan momentum pertumbuhan semakin menguat," kata Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Kadin Jatim Genjot Keterlibatan Industri untuk Pemagangan Berbasis Pembiayaan Pemerintah di 2026
Lebih lanjut Adik menyebutkan, pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi domestik yang solid, investasi yang meningkat, serta kinerja ekspor yang membaik.
"Grafik pertumbuhan riil PDRB Jatim 2019–2026 menunjukkan tahun 2020 mengalami kontraksi akibat pandemi, namun pemulihan berlanjut hingga proyeksi 2026 mendekati level pra-pandemi," lanjut Adik.
Inflasi diperkirakan tetap stabil di kisaran 2 3 persen, menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.
"Meski demikian, potensi kenaikan harga komoditas pangan menjelang hari raya akan tetap diwaspadai, misalnya harga telur, minyak goreng, dan tarif angkutan yang historis melonjak saat Nataru. Secara keseluruhan, inflasi Jatim 2026 diyakini terkendali dan tidak menjadi ancaman terhadap daya beli masyarakat," beber Adik.
Manufaktur Jadi Motor Penting
Sementara realisasi investasi juga diharapkan melampaui capaian 2025, seiring berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), serta kemudahan perizinan yang semakin baik.
Adik menegaskan dengan berlanjutnya proyek strategis nasional di wilayah Jatim, misalnya pembangunan infrastruktur jalan tol, kawasan industri baru, hilirisasi smelter, serta gencarnya promosi investasi oleh Pemprov, diperkirakan mendorong realisasi investasi kian meningkat di 2026.
Investasi pada sektor industri manufaktur khususnya, menjadi motor penting.
"Dengan berbagai kemudahan perizinan dan insentif yang disediakan, tren investasi 2026 diproyeksikan naik moderat melampaui capaian 2025, menopang ekspansi kapasitas produksi dan penciptaan lapangan kerja baru," jelas Adik.
Di sektor perdagangan luar negeri, ekspor Jatim diperkirakan tumbuh positif pada 2026.
Pemulihan negara mitra dagang utama dan manfaat hilirisasi akan menjadi pendorong utama, meskipun impor diproyeksikan ikut meningkat seiring aktivitas industri.
"Sepanjang 2025, ekspor barang dan jasa tumbuh 6,9–7,2 persen, menjadikannya salah satu komponen pendorong pertumbuhan terbesar dari sisi permintaan. Jatim juga mempertahankan posisinya sebagai pengekspor perikanan terbesar nasional, dengan komoditas utama seperti udang dan tuna," terang Adik.
Komoditas ekspor andalan Jatim cukup beragam, mulai hasil manufaktur (seperti produk olahan makanan, bahan kimia, tekstil, hingga produk logam) hingga hasil pertanian dan perikanan.
| Berita Persebaya Hari Ini Tavares Bongkar Kunci Pesta Gol di GBT, PSBS Biak Degradasi |
|
|---|
| Alasan Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri dan Petinggi TNI-Polri di Hambalang |
|
|---|
| 5 Fakta Pembunuhan Nenek 60 Tahun di Pekanbaru, Sebelumnya Sering Kemalingan |
|
|---|
| Cuaca Surabaya Hari Ini Minggu 3 Mei 2026: Waspada Hujan Petir di Siang Hari! |
|
|---|
| Dugaan Kebocoran Data Warga Jombang di Dark Web: Ini Penjelasan Akademisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/EKONOMI-SOLID-Ketua-Umum-Kadin-Jatim-Adik-Dwi-Putranto-Menje.jpg)