Banyuwangi Dikunjungi 90 Ribu Wisatawan Saat Libur Panjang 2026
Sebanyak 90.968 wisatawan berkunjung ke Banyuwangi Jatim selama libur Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila 2026.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Lebih dari 90 ribu wisatawan mengunjungi Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), selama libur panjang Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila 2026.
- Pulau Merah menjadi destinasi paling banyak dikunjungi dengan lebih dari 11 ribu wisatawan, disusul De Djawatan dan Pantai Boom.
- Pemkab Banyuwangi menyebut lonjakan wisatawan sebagai peluang sekaligus tantangan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.
SURYA.CO.ID, BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur (Jatim), mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang Idul Adha hingga Hari Lahir Pancasila pada periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026.
Lebih dari 90 ribu wisatawan datang ke berbagai destinasi unggulan di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, total kunjungan wisatawan mencapai 90.968 orang.
Jumlah tersebut, terdiri dari 89.870 wisatawan domestik dan 1.098 wisatawan mancanegara.
Pulau Merah Jadi Destinasi Paling Ramai
Sejumlah destinasi wisata alam dan buatan menjadi magnet utama selama periode libur panjang tersebut. Pulau Merah tercatat sebagai lokasi paling banyak dikunjungi dengan 11.589 wisatawan.
Selain itu, beberapa destinasi lain juga mengalami peningkatan kunjungan signifikan, di antaranya:
- De Djawatan: 11.164 wisatawan
- Pantai Boom: 8.824 wisatawan
- Banyuwangi Park: 6.000 wisatawan
- Kawah Ijen: 4.226 wisatawan
Destinasi-destinasi tersebut menjadi pilihan utama wisatawan karena menawarkan kombinasi wisata alam, edukasi, dan rekreasi keluarga.
Lonjakan Wisata Jadi Tantangan Pengelolaan
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, menyebut tingginya angka kunjungan wisatawan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan dan pengelolaan destinasi.
“Melimpahnya jumlah turis yang sangat masif ini merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Pemkab Banyuwangi berdedikasi untuk senantiasa menaikkan mutu serta regulasi pariwisata,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan penguatan infrastruktur, layanan serta pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.
Dampak Ekonomi bagi UMKM dan Sektor Wisata
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi juga menyoroti dampak ekonomi dari tingginya kunjungan wisatawan terhadap sektor lokal. Lonjakan wisata ini diharapkan memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Sektor yang paling terdampak positif antara lain:
- Perhotelan dan penginapan
- UMKM kuliner dan oleh-oleh
- Transportasi dan jasa logistik wisata
- Pemandu wisata lokal
Pemerintah daerah menilai sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Banyuwangi.
Basis Data untuk Pengembangan Wisata Berkelanjutan
Disbudpar Banyuwangi menegaskan, bahwa pencatatan data kunjungan wisatawan dilakukan secara disiplin dan menjadi dasar evaluasi pengembangan sektor pariwisata ke depan.
Data tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan pariwisata berkelanjutan, termasuk peningkatan kapasitas destinasi dan pemerataan arus kunjungan.
Banyuwangi
wisata Banyuwangi
libur panjang 2026
Jawa Timur
berita Banyuwangi hari ini
berita Banyuwangi terkini
berita Banyuwangi terbaru
berita Banyuwangi
Meaningful
Multiangle
| Pemkot Surabaya Percantik Wajah KBS, Patung Surabaya Dicat Ulang |
|
|---|
| Begal di Lumajang Sasar Pemotor Asal Jember: Duit Rp25 Juta Digasak |
|
|---|
| Indonesia Menang Telak Atas Singapura di FIBA U18 Women’s Asia Cup |
|
|---|
| Pemda Merespons Kasus Korupsi Gedung Pemkab Lamongan: Hormati Proses KPK |
|
|---|
| Sudah 10 Kloter Haji Tiba di Debarkasi Surabaya, 3.791 Jemaah Telah Pulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/wisatawan-di-Banyuwangi-Jatim-362026.jpg)