Sabtu, 2 Mei 2026

BAKTI Komdigi & Rumah Perubahan Ajak Warga Nias Belajar Program Agent of Change dari Banyuwangi

Banyuwangi saat ini tidak hanya maju karena sektor pariwisata, tetapi juga karena sejumlah gerakan perubahan yang dilakukan oleh warga setempat.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
istimewa
BELAJAR KE BANYUWANGI - Peserta Agent of Change Nias saat melakukan kunjungan ke Banyuwangi belajar berbasis pengalaman. Mereka mendapat fasilitas dari BAKTI Komdigi dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Rumah Perubahan. 

Salah satu penggeraknya adalah Anita Yuni Kholillah.

Dokter yang kemudian mendirikan Glenmore Skyfarm ini membagikan ilmu tentang sistem pertanian terpadu itu melalui Instagram dan TikTok dengan konten yang edukatif dan menyenangkan, sehingga sukses membuktikan bahwa sains pertanian bisa menjadi konten yang viral.

Palmy mengungkapkan peserta Program Agent of Change di Nias, terutama yang bergerak di sektor ekonomi dan pertanian, mendapatkan pelajaran berharga dari gerakan perubahan di Glenmore, di mana teknologi bisa digunakan untuk membangun rantai nilai yang berkelanjutan, sekaligus menjual cerita di balik produk.

Gerakan perubahan lain yang cukup inspiratif di Banyuwangi adalah Sekolah Adat Kampung Batara.

Pendiri Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) Widi Nurmahmudi mengungkapkan Sekolah Adat yang didirikan di wilayah tersebut berhasil mencegah anak putus sekolah, menurunkan pernikahan dini, dan menumbuhkan kebanggaan pada kampung halaman.

“Prinsip kemandiriannya kuat. Di awal berdiri, mereka menolak sumbangan. Meski terpencil, pendidikan berbasis budaya mereka justru menarik komunitas lain untuk belajar. Promosi terbaik mereka dilakukan melalui video-video karya siswa sendiri yang menyebar di media sosial,” ujarnya.

Fasilitator Program Agent of Change dari Rumah Perubahan Natasya Angelina mengatakan, dari kisah inspiratif Sekolah Alam di Banyuwangi, peserta Agent of Change dari Nias mempelajari bahwa kemandirian dan integritas adalah fondasi terkuat, dan konten digital yang autentik dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif.

Gerakan perubahan lain yang tak kalah inspiratif di Banyuwangi berasal dari Desa Jajag. Ini adalah Kampung Bebas Rokok.

Upaya membangun desa bebas rokok di wilayah tersebut bukan lahir dari peraturan ketat, tetapi dari musyawarah mendalam tokoh agama dan warga.

Mereka sepakat seluruh warung tidak menjual rokok, demi lingkungan yang sehat untuk anak-anak.Kesepakatan ini telah menjadi norma sosial yang dijaga lintas generasi, berjalan tanpa paksaan.  Komunikasi untuk menjaga komitmen ini diperkuat melalui grup WhatsApp warga.

“Dari sini, para Agent of Change dari Nias, terutama dari sektor kesehatan, mendapat inspirasi baru dimana pendekatan berbasis nilai dan komunikasi komunitas yang konsisten lebih efektif daripada kampanye top-down,” ujar Natasya.

Dia mengungkapkan para peserta Program Agent of Change di Nias mempelajari berbagai gerakan perubahan di Banyuwangi itu secara daring.

“Jadi, mereka berkumpul di satu ruangan di Kota Gunungsitoli yang kemudian terhubung secara virtual dan interaktif ke kebun organik di kaki Ijen, kampung kuliner di pesisir, desa kecil yang bebas asap rokok, hingga sekolah adat di atas perahu,” lanjutnya.

Natasya mengatakan program Hybrid Site Visit tersebut bukan sekadar studi banding virtual, tetapi diharapkan dapat membangun keyakinan para Agent of Change di Nias untuk berani melakukan perubahan melalui kegigihan, kearifan lokal, dan kolaborasi yang sehat dengan pemerintah.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved