BAKTI Komdigi & Rumah Perubahan Ajak Warga Nias Belajar Program Agent of Change dari Banyuwangi
Banyuwangi saat ini tidak hanya maju karena sektor pariwisata, tetapi juga karena sejumlah gerakan perubahan yang dilakukan oleh warga setempat.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Ringkasan Berita:
- Peserta Agent of Change (AOC) Nias (107 orang) mempelajari 4 gerakan perubahan inspiratif dari Banyuwangi secara virtual.
- Gerakan meliputi Desa Mandar (ekonomi seafood dari aksi bersih-bersih) dan Glenmore (sistem pertanian terpadu yang diviralkan).
- Juga dipelajari Sekolah Adat Batara (mencegah putus sekolah, menolak sumbangan) dan Kampung Bebas Rokok Jajag (berbasis musyawarah).
- Tujuan program adalah dorong peserta AOC Nias lakukan perubahan dengan kearifan lokal dan pemanfaatan konten digital.
SURYA.co.id | SURABAYA – Banyuwangi saat ini tidak hanya maju karena sektor pariwisata, tetapi juga karena sejumlah gerakan perubahan yang dilakukan oleh warga setempat.
Setidaknya ada empat gerakan perubahan dari Banyuwangi yang dinilai sangat inspiratif.
Baca juga: Banyuwangi Rutin Latih Warga Tanggap Bencana, Risiko Meningkat saat Musim Hujan
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Komdigi) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Rumah Perubahan yang menggelar gerakan perubahan di Nias melalui Program Agent of Change kemudian mengajak peserta program tersebut untuk mempelajari kisah inspiratif gerakan perubahan di Banyuwangi.
Program Agent of Change ini melibatkan sebanyak 107 warga Kepulauan Nias dari 20 kelompok lintas kota/kabupaten–Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara– yang mendapatkan pembinaan selama tiga bulan.
Para peserta program tersebut merupakan tenaga pendidik, petani, perawat, kepala desa, dan para pemuda yang siap dibentuk dan dibekali untuk menjadi para penggerak perubahan di Nias yang dilengkapi dengan alat digital.
Fasilitator utama Program Agent of Change dari Rumah Perubahan Palmy Rawinda Meilala mengatakan pihaknya mendorong peserta program Agent of Change Nias untuk dapat melakukan pembelajaran berbasis pengalaman, bukan sekadar teori.
“Kami ingin peserta bukan hanya tahu how to, tetapi juga merasakan why—semangat para penggerak perubahan di Banyuwangi,” kata Palmy, Jumat (12/12/2025).
Menurut Palmy, para Agent of Change di Nias mempelajari bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kolektif yang dibangun dengan konsistensi.
Kisah Inspratif
Kisah inspiratif yang pertama adalah gerakan perubahan di Desa Mandar.
Dulu pesisir Mandar penuh dengan sampah.
Hilman Syah Anwar, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa tersebut mengatakan perubahan dilakukan di daerah tersebut yang diawali dari aksi sederhana para pemuda, yaitu membersihkan pantai, menata kawasan, dan membuka warung seafood dengan harga yang disepakati bersama.
“Gerakan akar rumput ini menarik dukungan pemerintah, bahkan warga mendapat pelatihan memasak dari chef hotel internasional,” ujarnya.
Saat ini Desa Mandar sudah berkembang menjadi ruang ekonomi baru.
Gerakan perubahan lain datang dari kecamatan Glenmore. Daerah ini mengembangkan sistem pertanian terpadu, yaitu sayur organik, yang diawali dari budidaya maggot dari sampah organik untuk pakan ayam, dan kompos yang kembali ke kebun.
| Stok Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton, BULOG Ponorogo Pastikan Aman |
|
|---|
| Pengakuan Man Pelaku Penusukan Kakek 4 Cucu di Surabaya: Saya Sakit Hati |
|
|---|
| Respons Bupati Ony Anwar Pemkab Ngawi Kalah di PTUN Surabaya Soal Kasus Sekdes Tirak |
|
|---|
| Sosok Mohamad Risal Wasal, Dirjen Intram Kemenhub yang Diperiksa KPK Soal Kasus Sudewo Atur Proyek |
|
|---|
| Kisah Kakek 90 Tahun di Lumajang Naik Haji: Dari Merumput ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/BELAJAR-KE-BANYUWANGI-Peserta-Agent-of-Change-Nias-saat-mel.jpg)