Kanal

KRONOLOGI Adegan Ranjang Pengantin Baru di Tuban Diintip Pria Ronda Gara-gara Jendela Terbuka

Ilustrasi. Kronologi adegan ranjang pengantin baru di Tuban diintip pria sepulang ronda gara-gara jendela kamar terbuka. - Ilustrasi

SURYA.co.id | TUBAN - Terungkap kronologi adegan ranjang pengantin baru di Tuban diintip pria ronda berawal dari jendela kamar terbuka.

Gara-gara mengintip adegan dewasa tersebut, kening pria ronda bernama Wahyudi itu benjol kena pukul pipa besi yang dilakukan pengantin baru pria.

Bagaimana kronologi sebenarnya?

Kronologi sebenarnya terungkap setelah pengantin baru pria berinisial S (30) divonis kurungan penjara empat bulan oleh Pengadilan Negeri Tuban, Kamis (13/2/2020).

Vonis tersebut diberikan kepada S karena terbukti melakukan pemukulan kepada Wahyudi.

S pun kini mendekam di penjara atas penganiayaan yang dilakukan terhadap tetangganya itu.

Janda Muda & Berondong 19 Tahun Mesum di Perkemahan, Kenalan di FB. Ini Kronologi Lengkapnya

Penyebab Suami Tega Segel Kemaluan Istri Pakai Lem Super, Berawal dari Isi Pesan di Ponsel

KRONOLOGI Ibu Kos Tulungagung Tewas Tubuh Tergulung Kasur Lipat, Kesepian & Kehilangan Uang Jutaan

Nenek di Tuban Kejaring Razia Valentine, Kepergok Berduaan Sama Kakek-kakek di Kamar Hotel

Kasus tersebut bermula saat S berhubungan badan dengan istrinya di kamar rumah setelah satu bulan menikah.

Ilustrasi (Youtube)

Saat melakukan adegan ranjang di kamar rumahnya di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, pasangan tersebut tak menutup jendela kamar.

Hingga akhirnya Wahyudi yang pulang dari ronda bisa mengintipnya dari balik jendela. Kejadian itu pada Senin (28/10/2019), sekitar pukul 22.00 WIB.

S yang mengetahui lalu mengejarnya dan memukul Wahyudi dengan pipa besi pada bagian kening hingga mengakibatkan luka.

Tak terima dengan perlakuan S, korban lalu melaporkannya ke polisi hingga berujung pada penetapan tersangka.

"S ditetapkan tersangka oleh polisi, sekarang sudah divonis bersalah dengan pidana empat bulan.

Dia tidak terima diintip Wahyudi," kata Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma Buwono.

Dia menjelaskan, tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan karena melakukan pemukulan terhadap korban.

Vonis pengadilan lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum yaitu enam bulan penjara.

Dengan jatuhnya vonis tersebut, maka terdakwa akan menghirup udara bebas pada 30 Februari mendatang.

Sebab, vonis dikurangi masa tahanan sejak 30 Oktober lalu.

"Vonis dikurangi masa tahanan, sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sekarang," pungkasnya.

Misteri pengantin baru tewas

Misteri Pengantin Baru di Manado Tewas Bersimbah Darah di Atas Ranjang, Berikut 4 Fakta Terbarunya (Kolase Facebook Gung Akbar dan TribunWow.com/Rusintha Mahayu)

Kasus pengantin baru berbeda terjadi di Manado beberapa waktu lalu.

Sepasang pengantin baru di Kota Manado itu ditemukan tewas bersimbah darah di atas ranjang, Sabtu (11/1/2020), masih menjadi misteri

Melansir dari Tribun Manado dalam artikel 'KRONOLOGI Penemuan Suami Istri yang Tewas Mengenaskan dalam Kos di Manado', jasad korban ditemukan pada Sabtu (11/1/2020) sore oleh warga dan juga pemilik kosan.

Saat ditemukan, pasangan ini dalam posisi terbaring di atas ranjang tempat tidurnya.

Tak hanya itu, disekitar lokasi penemuan jasad korban juga ditemukan banyak darah.

Identitas kedua korban yakni yang lelaki bernama Gung Akbar (26) warga Jalan Bandeng Pasang Kayu Mamuju Utara, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat

Sedangkan yang perempuan bernama Rosna Satrika Kandong (27) warga Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung.

Dirangkum dari tribun Manado (grup SURYA.co.id), berikut update fakta terbaru kasus pengantin baru di Manado ditemukan tewas di atas ranjang

1. Infomasi di Hp menjadi kunci

Melansir dari Tribun Manado dalam artikel 'Kepolisian Masih Kesulitan Menggali Data Korban di Handphone, Ini Penyebabnya', Polisi membawa 3 Hp milik korban untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut

HP milik korban pun dibawa ke Polda Sulut untuk dilakukan penyelidikan.

"Ketigan handphone milik korban sudah dibawa ke  Polda Sulut, jika tidak bisa juga terpaksa akan dikirim ke Mabes Polri di Jakarta," ucap Kasat Reskrim, AKP Thommy Aruan kepada wartawan Tribunmanado di Lobby Bharadaksa pada Minggu (12/01/2020) sekira pukul 13.40 Wita.

Sebab, pihak Kepolisian masih kesulitan menggali informasi lewat handphone milik kedua korban lantaran posisinya terkunci dengan pola.

Thommy Aruan menyebut kunci informasi kasus ini berada di dalam Hp tersebut

"Kuncinya informasi terkait kasus ini itu ada di handphone, tapi handphone tersebut di lock," ujar Kasat Reskrim AKP Thommy Aruan

AKP Thommy juga selaku Kasat Reskrim belum menemukan ada keterkaitan orang ketiga dalam kasus kematian keduanya.

"Kalau dilihat dari peristiwa ini belum kita temukan pihak ketiga. Kemungkinan besar ada masalah internal di dalam mereka yang memicu terjadinya peristiwa tersebut," katanya.

2. Hasil autopsi

Polisi melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado pada Minggu (12/01/2019) kemarin.

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melalui Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan mengatakan hasil autopsi kedua korban meninggal karena luka tusukan.

 “Korban perempuan mengalami luka tusukan di leher sebelah kanan sedangkan korban kaki-laki meninggal karena luka tusukan mengarah ke jantung," ungkapnya, dilansir dari Tribun Manado dalam artikel 'HASIL AUTOPSI Jasad Suami Istri Tewas di Kos di Manado, Penyebab Kematian Hingga Kandungan Rosna'

Dia mengungkapkan saat olah TKP, pisau dipegang orang Gung. Namun, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut.

"Kami belum bisa memastikan (kebenaran) seperti apa. (kasus) masih sementara dialami. tapi duga ada cekcok," katanya.

Hasil pemeriksaan CCTV tak ada hal mencurigakan yang ditemukan polisi.

Polisi belum menemukan orang lain masuk dalam kamar.

"Kamar terkunci dari dalam. Analisa CCTV, tidak ada orang mencurigakan masuk dalam kos-kosan," katanya.

3. Periksa enam saksi

AKP Thommy Aruan juga menyebut pihaknya telah memeriksa enam saksi terkait kasus ini, seperti dilansir dari Tribun Manado dalam artikel 'Polisi Periksa 6 Saksi Mengenai Penemuan Jenazah Pasutri di Indekos'

"Sampai saat ini, sudah ada sekitar 6 orang sebagai saksi yang kami periksa di Mapolresta Manado," kata Aruan, Senin (13/01/2020).

Lanjutnya, saksi-saksi sudah dilakukan beberapa interogasi dan pemeriksaan.

"Untuk saksi-saksi ada dari penjaga kos, tamu yang saat itu juga sedang ada di tempat indekos itu, tamu yang nginep satu malam," katanya.

Tambahnya, ada juga teman kerja dari korban yang perempuan dan juga beberapa orang di sekitar lingkungan tersebut yang kita sudah dimintai keterangan.

"Hingga saat ini, kami masih menunggu hasil autopsi, untuk memastikan kematian kedua korban," ujarnya.

4. Pengakuan penjaga kos

Samuel Kapia (26), seorang penjaga kos memberikan pengakaun bahwa kamar tersebut tidak kedap suara sehingga suara apapun dari dalam kamar tersebut pasti terdengar.

"Biasa biasa aja, tidak terdengar suara berisik dari dalam kamarnya, tidak kedengaran kalau ada cekcok, cuma diem-diem aja. Kalau di sini orang ngomong sedikit kuat saja pasti kedengaran sekali," ujarnya, dilansir dari Tribun Manado dalam artikel 'Sosok Suami Istri Tewas di Manado Diungkap Penjaga Kos, Tak Pernah Cekcok hingga Kondisi Indekos'

Ia menyampaikan bahwa, kedua pasangan tersebut ramah dan kalem. Mereka adalah orang baik.

Walaupun jarang bersosialisasi dengan warga kos.

Samuel Kapia menjelaskan bahwa fasilitas di kamar tersebut sudah lengkap.

"Di kamar kos tersebut sudah ada AC, kamar mandi dalam, dapur dalam, semua lengkap sudah. Perkiraan biaya lebih dari satu juta," ujar Samuel.

Diberitakan sebelumnya, pasangan pengantin baru tewas misterius di dalam kamar kos di Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Kasat Reskrim AKP Thommy Aruan membeberkan awal mula ditemukannya jasad korban.

Mayat pasangan pengantin baru yang dikabarkan baru menikah bulan november 2019 lalu ini berawal ketika teman korban datang ke kosan Rosna.

Rosna merupakan seorang pekerja swasta, sementara suaminya seorang PNS.

Saat kejadian, bos Rosna meminta temannya untuk datang ke kosan korban.

Sebab, korban seharusnya sudah mulai bekerja pada pukul 14.00 tapi hingga pukul 16.00 Wita korban belum juga terlihat di tempat kerjanya.

Saat itu, teman kantor korban pun mengintip ke dalam kamar korban lantaran saat dipanggil tak ada jawaban.

Dia melihat bercak darah di dinding kamar, kemudian bersama penjaga mendobrak pintu kamar korban.

Mereka melihat Kedua korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dalam keadaan berlumuran darah.

AKP Thommy Aruan beserta anggota Sat Reskrim Polresta Manado masih menunggu hasil autopsi di RS Bhayangkara.

"Untuk wanita ada beberapa luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya.

Nanti jumlahnya kita lihat lebih jelas pada saat hasil otopsi keluar.

Kegiatan penyelidikan, akan kita rangkum akan kita analisa dan simpulkan kira-kira peristiwa yang terjadi apa dari saat ini," ujar AKP Thommy.

Pengantin Baru Tewas Ditabrak Truk

Di kasus lain, nasib tragis harus dialami oleh sepasang pengantin baru yang baru saja melakukan pernikahan.

Pengantin muda yang diketahui berasal dari Texas, Amerika Serikat tersebut dilaporkan tewas setelah tertabrak truk.

Mirisnya, peristiwa nahas tersebut disaksikan langsung oleh pihak keluarga dengan mata kepala sendiri yang membuat mereka syok.

Peristiwa kecelakaan tragis ini bermula ketika Rhiannon Boudreaux (20 tahun) dan Harley Morgan (19 tahun) menikah di kawasab Orange County, Texas, Jumat (23/8/2019).

Kronologi Pengantin Baru Tewas Ditabrak Truk Padahal Baru Nikah, Air Mata Bahagia Berubah Jadi Duka (Ist Nakita)
Hari bahagia tersebut tak disangka berujung duka.

Kecelekaaan tak terduga dialami oleh pasangan pengantin muda tersebut.

Awalnya, pengantin baru ini hendak meninggalkan okasi upaca pernikahannya dengan menggunakan mobil pribadi.

Kala itu, keduanya keluar dari tempat parkir dan berhenti di US Highway 87 yang terletak bersebrangan dengan Bandara Orange Country.

Namun mendadak sebuah truk pick up yang menarik trailer melaju menghampiri mobil mereka.

Truck pick up itupun menabrak sepasang mempelai yang baru saja berbahagia ini.

Hal ini semakin tragis dimana pihak keluarga yang membuntuti keduanya dari belakang melihat langsung peristiwa tragis ini.

Ibu mempelai pria itu mengatakan bahwa kecelakaan nahas itu bagaikan mimpi buruk baginya.

"Mimpi terburukku terjadi di depan mataku. Aku melihat anakku mati," kata ibu mempelai pria, LaShawna Morgan dikutip dari Today, Minggu (25/8/2019).

Kesedihan mendalam tak hanya menghinggap di benak pihak mempelai pria.

Keluarga mempelai wanita pun juga merasakan kesedihan mendalam atas kejadian ini.

Seperti yang diungkapkan oleh kerabat mempelai wanita yang tak lain adalah bibinya sendiri, Cassie Boudreaux Watson.

Ia menceritakan bagaimana sosok mempelai wanita, Rhiannon Boudreaux.

"Rhiannon adalah seorang wanita muda yang cantik, kuat dan mandiri."

"Dia penuh kasih dan baik. Selalu tersenyum," ujar Watson.

Watson merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya keponakannya itu.

"Kami adalah keluarga dekat. Rasanya seperti kehilangan salah satu anakku sendiri," sambungnya.

Setelah kecelakaan tragis tersebut terjadi, US Highway 87 ditutup seharian.

Pasangan muda ini ternyata memiliki kisah cinta putus nyambung sejak keduanya duduk di bangku SMP.

Kerabat mereka mengatakan Rhiannon dan Morgan berencana untuk menggelar upacara pernikahan resmi pada Desember mendatang.

'Satu hal yang mereka inginkan adalah menikah dan memulai kehidupan baru."

"Keduanya memiliki banyak mimpi dan mereka ingin keluarga mereka mengelilingi," ujar ibu mempelai wanita.

Sementara pengantin baru meninggal, supir truk pick up dilaporkan selamat.

Peristiwa tragis serupa juga terjadi di tanah air.

Seorang gadis calon mempelai wanita memilih untuk bunuh diri menjelang dua hari pernikahannya.

Ia bahkan sempat membuat surat terakhir untuk keluarga.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Iksan Fauzi

Diduga Mesum, 5 Gadis dan 6 Pria Remaja di Padang Digerebek Satpol PP, Satu Wanita Mengaku ODP

Berita Populer