JW Marriott Beri 1.086 Sepatu kepada Siswa Sekitar Lumpur Lapindo
Pemberian sepatu kepada siswa yang ada di sekitaran luapan lumpur Lapindo itu dinilai tepat sasaran.
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Parmin
SURYA Online, SIDOARJO - Raut wajah siswa-siswi SDN Ketapang, Tanggulangin terlihat sumringah setelah menerima sepatu dari Hotel JW Marriott Surabaya dalam program shoes to school di halaman sekolah , Kamis (12/12/2013).
Sebanyak 1.086 pasang sepatu itu diberikan pada SDN Mindi, MI Al Huda, SDN Glagah Arum, MI Salafiyah dan SDN Ketapang. Pemberian sepatu kepada lima sekolah itu dipimpin langsung General Manager (GM), Shanker K Chandra.
Pemberian sepatu kepada siswa yang ada di sekitaran luapan lumpur Lapindo itu dinilai tepat sasaran. Pasalnya, kebutuhan ekonomi warga di sekitar semburan cukup memprihatinkan sehingga sepatu yang dipakai ada yang robek. "Kami memang mencari sasaran yang pas ternyata mendapatkan di daerah Porong," tutur GM Hotel JW Marriot, Shanker K Chandra.
Menurutnya, lima sekolah yang ada itu perlu mendapat perhatian khusus mengingat banyak siswa-siswi yang sekolah berasal dari keluarga korban lumpur. "Shoes to school merupakan bagian dari program spirit to serve our community dan program ini adalah program tahunan," tandasnya.
Program yang dijalankan ini adalah sebagai bentuk komitmen untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung. Sepatu yang terkumpul merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh karyawab dan manajemen JW Marriott Surabaya. Program ini juga bekerja sama dengan center point ballet.
Karyawan JW Marriott menyampaikan donasi dalam bentuk tunai. Sedang center point ballet mengadakan penggalangan dana lewat penampilan ballet The Wizard of Oz pada 5 November lalu di The Royal Ballroom, JW Marriot.
"Semoga sepatu yang telah diberikan bisa dipakai sekolah dan menambah semangat belajar siswa," tutur Shanker K Chandra.
Sementara itu, Kasek SDN Ketapang, Ny Nawati S.Pd, menjelaskan siswa yang sekolah di SDN Ketapang tempat tinggalnya terpencar-pencar karena rumah warga sudah banyak yang sudah mendapat ganti rugi. Kini sebanyak 232 siswa mulai dari kelas 1 sampai 6 banyak tinggal di daerah Perumtas, Ketegan, Kalisampurno dan wilayah lain.
"Saya selaku kasek sangat berterima kasih karena bisa meringankan beban dari keluarga siswa," terangnya Ny Nawati.