Selasa, 14 April 2026

Dicurhati Nelayan Pacitan, Gubernur Jatim Respon Pengerukan di Pelabuhan Tamperan

Keluhan tersebut disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pacitan Damhudi. 

|
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
Humas Pemprov Jatim
RESPON KELUHAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah menyerahkan bantuan untuk melayan di Pelabuhan Tamperan Kabupaten Pacitan, Selasa (12/8/2025). Gubernur Khofifah merespon cepat keluhan nelayan Pacitan terkait kebutuhan pengerukan kapal dan juga perluasan breakwater di Pelabuhan Tamperan. 

SURYA.CO.ID, PACITAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah merespon keluhan nelayan Pacitan terkait kebutuhan pengerukan kapal dan juga perluasan breakwater di Pelabuhan Tamperan Kabupaten Pacitan, Selasa (12/8/2025). 

Keluhan tersebut disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pacitan Damhudi. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pacitan Damhudi. 
menyebutkan ada tiga hal yang menjadi kebutuhan nelayan Pacitan.

Baca juga: Lebih Ekonomis, Nelayan Lamongan Pemakai Bubu Ramai-Ramai Konversi ke Elpiji

“Kami berterima kasih atas bantuan yang diserahkan hari ini, dan ibu Gubernur berkenan langsung ke sini untuk menyerahkan,” ujar Damhudi.

“Namun kami juga ada permintaan bahwa di pelabuhan ini banyak kapal besar ingin masuk ke Pacitan tapi fasilitas dermaga belum memenuhi, kebutuhan kita adanya kurang lebarnya pelabuhan,” ujarnya.

Selanjutnya dikatakan Damhudi yang menjadi kebutuhan adalah break water atau pemecah gelombang di Pelabuhan Tamperan. 

Baca juga: Reward untuk Para Nelayan "Pahlawan Kemanusiaan" KMP Tunu Pratama Jaya

Memang di sana sudah ada break water. Namun dikatakannya masih kurang panjang.

“Sehingga kalau ada angin besar, bagi kami risiko melaut menjadi cukup tinggi,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, yang juga menjadi masalah adalah pendangkalan di sekitar dermaga pelabuhan. 

Pendangkalan ini membuat lambung kapal rusak karena kurang dalam.

“Sudah dua tahun belum dikeruk. Harusnya di sekitar dermaga dalamnya tiga meter. Sekarang hanya dua meter,” ujar Damhudi.

Baca juga: Kisah Pilu Dea Anak Nelayan di Bali Diterima di ITB saat Rumahnya yang Penuh Piala Mau Digusur

Mendengar keluhan itu, Khofifah bersama nelayan di sana, ia meninjau kondisi eksisting Pelabuhan Tamperan. 

Di sana memang banyak kapal besar yang sandar dan kondisi anginnya cukup besar.

Khofifah pun segera berkoordinasi dengan tim anggaran di Pemprov Jatim agar segera mengalokasikan anggaran pembangunan di Pelabuhan Tamperan di tahun ini. 

Baik untuk pengerukan untuk mengatasi pendangkalan dan juga perluasan breakwater.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved