Berita Viral
Detik detik Vonis Hukuman Mati Kopda Bazarsah, Tembak 3 Polisi Saat Gerebek Sabung Ayam
Meski divonis hukuman mati, hakim menganggap Kopda Bazarsah tidak melakukan pembunuhan berencana terhadap ketiga korban.
SURYA.CO.ID – Penembak 3 polisi saat menggerebek sabung ayam, di Kabupaten Way Kanan, Lampung, , Kopral Dua (Kopda) Bazarsah divonis hukuman mati.
Kejadian itu berlangsung pada 17 maret 2025 lalu, menimpa kapolsek dan dua anggotanya dari Polsek Negara Batin
Aksi koboi Kopda Bazarsah mengakibatkan Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto, dan anak buahnya, yakni Aipda Anumerta Petrus Apriyanto dan Briptu Anumerta Ghalib Surya Ganta gugur.
"Memidana terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok pidana mati," kata majelis hakim dalam sidang vonis yang digelar di Pengadilan Militer 1-04 Palembang, Sumatra Selatan, pada Senin (11/8/2025).
Meski divonis hukuman mati, hakim menganggap Kopda Bazarsah tidak melakukan pembunuhan berencana terhadap ketiga korban.
Baca juga: Kronologi dan Fakta Reaksi Santai Bapak Pembunuh 4 Anak Kandungnya Saat Vonis Mati Dijatuhkan
Sehingga, jeratan pasal oleh oditur militer yaitu Pasal 340 KUHP dianggap tidak terbukti.
Selain terkait penembakan, Kopda Bazarsah juga dinyatakan bersalah karena mencuri amunisi untuk senjata ilegal miliknya dari kesatuan serta membuka bisnis judi sabung ayam dan dadu kuncang (koprok).
Dalam vonisnya, hakim turut menyampaikan hal yang memberatkan dan meringankan bagi Kopda Bazarsah.
Adapun hal yang memberatkan yaitu terdakwa telah mengkhianati tugasnya sebagai prajurit TNI, menyalahgunakan izin kepemilikan senjata api dengan menembak tiga polisi hingga tewas, perbuatan telah merusak nama baik TNI karena berujung viral di masyarakat.
"Perbuatan terdakwa bertentangan dengan kepentingan militer yang merusak sinergitas dan soliditas antara institusi TNI dan Polri serta masyarakat," jelas hakim.
Kopda Bazarsah dianggap sadar saat menembak tiga polisi dan melakukannya ketika tengah menjalani bisnis judi yang digelutinya.
Baca juga: Ibu Gadis Penjual Gorengan di Sumbar Usai In Dragon Divonis Mati, Tak Beri Maaf Nyawa Bayar Nyawa
Selain itu, dia juga menjalankan bisnis judi sabung ayam itu ketika dalam jam dinas.
Terdakwa dianggap tidak melakukan tugasnya sebagai Babinsa dan menjadi teladan bagi masyarkat tetapi justru menggelar judi sabung ayam yang melanggar hukum.
"Bahwa terdakwa pernah terlibat perkara pidana sebagai perantara jual beli senjata api rakitan jenis pistol FN dan pistol revolver secara ilegal dan telah dijatuhi pidana militer oleh Pengadilan Militer 1-04 Palembang," urai hakim.
Hakim juga mengungkapkan hal memberatkan lainnya, yakni Kopda Bazarsah tidak jera, meski telah dijatuhi hukuman penjara buntut bisnis jual beli senjata api ilegal yang dilakukan sebelumnya.
Kopda Bazarsah
penembak 3 polisi
tembak penggerebek sabung ayam
Kapolsek Negara Batin
Polres Way Kanan
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
| Gelagat Mahasiswi di Tomohon yang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Ngeluh Kelakuan Oknum Dosen |
|
|---|
| Pengacara Eggi Sudjana Ungkap Awal Mula Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi, Bantah Pecah Kongsi |
|
|---|
| Tabiat Pratu Farkhan Syauqi yang Tewas Diduga Dianiaya Senior, Ayah: Anakku Mati di Tangan Kopral |
|
|---|
| Duduk Perkara Presiden Nicolas Maduro Ditangkap Pasukan Elite AS, Donald Trump Klaim Sudah Ultimatum |
|
|---|
| Siap Laporkan Dedi Mulyadi Terkait Revisi UMSK 2026, Inilah Sosok Said Iqbal Presiden KSPI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/vonis-mati-tentara-sabung-ayam.jpg)