Selasa, 5 Mei 2026

Latih Mental Siswa SMK, Dinas Pendidikan Jatim Perkuat Peran Guru Bimbingan Konseling

Memperkuat peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menciptakan ketahanan mental peserta didik, khususnya di tingkat SMK. 

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
PELATIHAN GURU BK : Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK di Jawa Timur mengikuti pelatihan untuk menciptakan ketahanan mental peserta didik, khususnya di tingkat SMK, Senin (4/8/2025). Sebanyak 25 guru BK nantinya akan mendapat kesempatan melakukan studi banding ke Singapura untuk memperkaya wawasan praktik terbaik. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) terus memperkuat peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menciptakan ketahanan mental peserta didik, khususnya di tingkat SMK. 

Salah satunya melalui program Teacher Counselling and Resilience Education (T-Care) yang telah berjalan sejak 2023, hasil kerja sama dengan Singapore International Foundation (SIF).

Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru BK dalam menghadapi tantangan kesehatan mental murid, mengembangkan potensi diri, hingga menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja yang kian kompetitif.

“Tantangan psikologis yang dihadapi siswa makin kompleks. Mulai dari kecanduan gim, perundungan siber, sampai minimnya keterlibatan keluarga. Guru BK harus bisa hadir sebagai pendamping sekaligus konsultan bagi mereka,” tegas Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, Senin (4/8/2025).

Baca juga: Siswa SMK Jawa Timur Sabet 20 Medali Emas dan Juara Umum di Ajang LKS Dikmen XXXIII

Menurut Aries, guru BK tak lagi hanya fokus pada pendampingan akademik.

Tugas mereka kini meluas mencakup kesehatan mental, identitas diri, dan krisis emosional yang dialami murid. 

Hal ini terutama penting bagi siswa SMK yang akan terjun ke dunia usaha dan industri (DUDI).

“Pemprov Jatim berkomitmen mengintegrasikan pendekatan konseling ke dalam sistem pendidikan secara formal. Kami bangun kolaborasi lintas sektor dengan Dinkes, Puskesmas, dan lembaga psikososial,” jelasnya.

Untuk menunjang hal ini, pelatihan berkelanjutan bagi guru konselor terus digelar.

Salah satunya pelatihan pada 27–31 Juli lalu yang difokuskan pada penguatan kapasitas guru BK SMK.

Aries menjelaskan, program T-Care disusun dalam tiga tahap.

Tahun pertama berfokus pada penguatan dasar-dasar konseling dan identifikasi kebutuhan murid SMK. 

Di tahun kedua, pelatihan diarahkan pada pengetahuan tentang perkembangan remaja, peran keluarga, hingga fasilitasi forum orang tua.

“Tahun ketiga adalah implementasi nyata di lapangan, seperti strategi menangani kecanduan gim, membangun dukungan teman sebaya, hingga meningkatkan keterlibatan orang tua,” imbuh Aries.

Sebanyak 25 guru BK bahkan mendapat kesempatan melakukan studi banding ke Singapura untuk memperkaya wawasan praktik terbaik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved