Sabtu, 18 April 2026

4 Kepala Dinas Bertarung Jadi Sekda Surabaya, Lilik Bicara Satu Data, Eddy Kenalkan Koki Birokrasi

Sebanyak empat kepala dinas di lingkungan Pemkot Surabaya mengikuti seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
Pemkot Surabaya
SELEKSI SEKDA SURABAYA - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertahanan, Lilik Arijanto dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Eddy Christianto menyampaikan penjelasan di hadapan tim panitia seleksi (pansel) Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Jumat (1/8/2025). Selain mereka, ada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dedik Irianto dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Rahmad Basari turut mengikuti seleksi. 

Selain Lilik, Eddy Christianto turut menyampaikan paparan.

Mengangkat tagline Koki Birokrasi, Eddy siap melakukan akselerasi Transformasi Surabaya sebagai Global Smart City.

Menganalogikan Wali Kota sebagai manager, Sekda berperan sebagai koki yang memiliki fungsi dalam pengelolaan anggaran, inovasi, dan fungsi koordinatif (sinergi).

"Sekretaris Daerah berfungsi sebagai Koki Birokrasi dengan kunci utama sinergi OPD, inovasi, dan strategi budgeting untuk mencapai tujuan akhir kepuasan masyarakat dengan dampak nyata," katanya.

Ada beberapa hasil yang akan dicapai, di antaranya tata kelola pemerintahan dengan kebijakan berbasis data, layanan publik yang mengoptimalkan digitalisasi, hingga partisipasi warga yang kuat dan aktif.

"Prioritas pembangunan Surabaya dapat dicapai dengan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi inklusif, kualitas dan akses pendidikan serta kesehatan, hingga reformasi birokrasi digital," katanya.

Selain Lilik dan Eddy, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dedik Irianto mendapat giliran pertama dalam pemaparan yang berlangsung di Balai Kota Surabaya.

Satu di antara kontrak kinerja yang ia sampaikan adalah siap mendukung program Wali Kota Eri menuju Surabaya berdaya saing skala internasional.

Pria yang merupakan mantan Kepala Dinas Pemadam dan Kebakaran (PMK) ini bercerita tentang sukses program Respons Optimal Tanggap Insiden dalam 7 Lapis Pelayanan (Roti 7 Lapis).

"Program ini terinspirasi dari layanan cepat tanggap di luar negeri," katanya.

Program utamanya, pelayanan ini mengutamakan response time 7 menit Pelayanan Pemadaman Gratis.

"Program ini pernah masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2022 oleh Kementerian PANRB tahun 2022," katanya.

Giliran kedua melakukan paparan adalah Rahmad Basari.

Basari yang merupakan Plt Sekda Surabaya saat ini menjelaskan sejumlah capaian di Pemkot Surabaya.

Menurutnya, kesuksesan program Wali Kota turut didukung peran Sekda.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved