SURYA Kampus
Manfaatkan Limbah Rumah Tangga, Dosen dan Mahasiswa UMSurabaya Ciptakan Masker Bio-Galvera
Inovasi kecantikan ramah lingkungan hadir dari tangan-tangan kreatif dosen dan mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Inovasi kecantikan ramah lingkungan hadir dari tangan-tangan kreatif dosen dan mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.
Mereka berhasil mengolah limbah rumah tangga seperti cangkang telur dan lidah buaya menjadi masker kecantikan yang kaya manfaat yang dinamakan Bio-Galvera.
Inovasi ini digagas oleh Dr. apt. Isnaeni, MS bersama apt. Annisa Kartika Sari, S.Farm., M.Farm dan dua mahasiswanya yaitu Siti Rohmatul Laila dan Elok Siti Nurjannah.
Riset ini berhasil meraih pendanaan Riset Muhammadiyah sebesar Rp10 juta.
Baca juga: 78 Anggota Paskibra Lamongan Lakukan Simulasi Pengibaran dan Penurunan Bendera
“Kami ingin menghadirkan produk yang bermanfaat untuk kulit, tetapi juga berasal dari bahan alami yang sering dianggap sampah,” ungkap Isnaeni, Kamis (24/7/2025).
Cangkang telur dipilih karena kandungan mineral dan kolagen yang tinggi sehingga baik untuk peremajaan kulit.
Sementara lidah buaya kaya akan anti oksidan untuk menangkal radikal bebas sehingga baik untuk pencegah penuaan dini.
"Lidah buaya ini bisa melembabkan dan sebagai anti iritasi juga,"tambah Annisa.
Dalam prosesnya, cangkang telur dikeringkan dan diolah menjadi serbuk halus, lalu dikombinasikan dengan ekstrak lidah buaya,serbuk probiotik, tepung beras, polyvinyl alcohol, dan gliserin.
"Seluruh bahan ditimbang sesuai komposisi, dicampur, dan kemudian dikeringkan menggunakan oven bersuhu rendah maksimal 40 derajat Celsius agar tidak merusak kandungan aktifnya,"paparnya.
Secara keseluruhan masker bubuk Bio-Galvera ini memiliki berbagai manfaat, di antaranya mengencangkan kulit, meningkatkan elastisitas dan hidrasi, membantu regenerasi sel, serta meredakan peradangan.
Kandungan probiotik juga mendukung fungsi pelindung kulit.
Menariknya, produk ini telah diuji kualitasnya. Hasil uji menunjukkan ukuran partikel halus (fines) hanya sebesar 9,8 persen lebih rendah dari batas maksimal masker bubuk yang ditetapkan, yakni 10 persen.
Masker ini juga memiliki sifat alir dan kelembapan yang baik.
Menurut Annisa inovasi ini bukan hanya sekadar produk kecantikan, tapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan limbah rumah tangga.
Pasca ORI Campak di Sumenep, FK Unair Tekankan Pentingnya Imunisasi Berkelanjutan |
![]() |
---|
Sosok Lima Kandidat yang Maju dalam Pemilihan Dekan FK Unair 2025–2030 |
![]() |
---|
16 Produk Teknologi Tepat Guna KKN UMSurabaya Telah Didaftarkan HKI, Ini Pesan Armuji |
![]() |
---|
Grab dan Narasi Hadirkan Generasi Campus Roadshow 2025, Dimulai dari Surabaya |
![]() |
---|
Mahasiswa Untag Surabaya Hadirkan Inovasi IoT untuk Peternakan Ayam Petelur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.