Kasus Korupsi Laptop Chromebook

Bantuan Laptop Chromebook Sering Rewel, SMPN 6 Kota Mojokerto Harus Rogoh Rp 12 Juta Untuk Perawatan

Kepala SMPN 6 Kota Mojokerto, Widayatiningsih mengatakan, pihaknya menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa 135 laptop Chromebook.

|
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/Mohammad Romadoni (Romadoni)
BANTUAN LAPTOP MENYUSAHKAN - Kepala SMPN 6 Kota Mojokerto, Widayatiningsih menunjukkan laptop Chromebook merek Asus bantuan program TIK Kemendikbud tahun 2022 yang masih beroperasi dengan baik. SMPN 6 Kota Mojokerto mendapatkan bantuan 135 unit Chromebook. 

SURYA.CO.ID, KOTA MOJOKERTO - Sekolah SMP Negeri 6 Kota Mojokerto menggunakan anggaran yang tidak sedikit setelah mendapat bantuan laptop Chromebook dalam program antuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari Kemendikbud RI tahun 2022.

Untuk perawatan laptop Chromebook yang rusak, pihak sekolah harus mengeluarkan dana sampai Rp 12 juta. Laptop berbasis Chrome OS itu sering rewel terutama pada bagian komponen baterai.

Kepala SMPN 6 Kota Mojokerto, Widayatiningsih mengatakan, pihaknya menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa 135 unit laptop Chromebook.

Laptop Chromebook ini telah dimanfaatkan optimal oleh guru dan siswa dalam mensukseskan pembelajaran di sekolahnya.

"Kami bersyukur mendapat bantuan 135 unit laptop Chromebook. Kami manfaatkan pegangan guru-guru untuk dipakai pembelajaran, dan fasilitas Chromebook juga dipakai siswa di Lab 2 dan 3," kata Widayatiningsih sembari menunjukkan laptop Chromebook di SMPN 6 Kota Mojokerto, Kamis (17/6/2025).

Ia mengungkapkan, dari total 39 guru termasuk Kepsek di SMP Negeri 6 kota Mojokerto, masing-masing dibekali laptop Chromebook, sisanya 94 unit ditempatkan di lab 2 dan 3 yang setiap hari dipakai siswa dalam pembelajaran TIK hingga penilaian dan lainnya.

Total siswa di SMPN 6 Kota Mojokerto mencapai 7 rombel di setiap jenjang mulai kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 dengan masing-masing sebanyak 32 peserta didik di setiap kelas.

"Kami berbasis CBT (Computer Based Test) istilahnya online yang servernya ada di sekolah. Kan tidak semua siswa punya handphone atau paket data internet. Maka kami fasilitasi dan dipinjami laptop Chromebook di lab itu, lengkap dengan sambungan wifi internet," ungkap Widayatiningsih.

Ia menuturkan, pihak sekolah sempat tidak menggunakan laptop Chromebook karena belum adanya pembelajaran dan seketika itu puluhan laptop rusak pada awal 2024 lalu. Sehingga dari total 94 unit Chromebook yang diperuntukkan bagi siswa, yang bisa digunakan sekitar 54 unit.

Mayoritas kerusakan laptop Chromebook di SMPN 6 pada bagian perangkat hardware terutama baterai dan komponen internal lainnya.

"Yang bisa dimanfaatkan (siswa) cuma itu, jadi yang rusak (laptop Chromebook) kurang lebih sekitar 40 unit. Jadi lama tidak digunakan terus dipakai lagi ada beberapa laptop yang rusak, tidak bisa dibuka, trackpad atau bantalan sentuh. Dan paling banyak di baterai," pungkas Widayatiningsih. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved