SURYA Kampus
Unusa dan ITS Kembangkan Inovasi Ramah Lingkungan untuk Dukung SDGs
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember berkomitmen mengembangkan inovasi ramah lingkungan
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkomitmen mengembangkan inovasi ramah lingkungan demi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Rektor Unusa, Prof. Dr. Achmad Jazidie, M.Eng., mengungkapkan saat ini Unusa memiliki dua inovasi andalan kampusnya yang ramah lingkungan.
Yaitu insinerator pembakar sampah tanpa polusi dan Unusa Water Treatment Car, kendaraan bergerak untuk menjernihkan air di daerah minim akses air bersih.
“Kami percaya pendekatan teknologi sederhana dan efektif bisa menjadi solusi atas tantangan sanitasi dan lingkungan. Kedua inovasi ini dirancang agar langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelasnya, Selasa (15/7/2025).
Baca juga: KRONOLOGI Pengendara Sepeda Kayuh Tewas Ditabrak Motor di Gedeg Mojokerto
Ia juga menegaskan kesiapan Unusa untuk berkolaborasi lintas sektor agar inovasi tersebut bisa diadopsi lebih luas.
Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, ST., MSc.Eng., Ph.D. menjelaskan ITS tengah memfokuskan riset dalam inovasi lingkungan, terutama di bidang ketahanan pangan dan produk halal.
Yaitu dengan mengembangkan sistem pertanian berbasis teknologi serta pusat kajian halal untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan lokal.
“Inovasi dalam sektor pangan dan jaminan kehalalan adalah bagian penting dari ketahanan nasional. Kami percaya kolaborasi dengan Unusa dan Bappenas akan memperkuat langkah strategis ini,” ujarnya.
Hal ini turut diapresiasi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S, saat berkunjung ke Unusa pada Minggu (13/7/2025).
Menteri Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya inovasi yang relevan dalam mengatasi kesenjangan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Dikatakannya perguruan tinggi dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang aplikatif, terutama untuk menjawab tantangan lingkungan, ketahanan pangan, dan akses air bersih di masyarakat.
“Banyak masyarakat kita yang masih kesulitan mendapatkan air bersih dan pangan yang cukup. Ini tantangan besar bagi kita semua, dan jawabannya adalah inovasi yang relevan dan aplikatif,” ujarnya.
Selain itu kolaborasi antar universitas dan pemerintah ini menghasilkan kesepakatan untuk menyusun peta jalan (roadmap) kerja sama riset dan pengembangan di bidang teknologi tepat guna, sanitasi, ketahanan pangan, serta kesehatan masyarakat.
"Dengan keterlibatan aktif dari institusi pendidikan tinggi seperti Unusa dan ITS, pembangunan ramah lingkungan berbasis inovasi diyakini dapat berjalan lebih terarah dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas," pungkasnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA
Pasca ORI Campak di Sumenep, FK Unair Tekankan Pentingnya Imunisasi Berkelanjutan |
![]() |
---|
Sosok Lima Kandidat yang Maju dalam Pemilihan Dekan FK Unair 2025–2030 |
![]() |
---|
16 Produk Teknologi Tepat Guna KKN UMSurabaya Telah Didaftarkan HKI, Ini Pesan Armuji |
![]() |
---|
Grab dan Narasi Hadirkan Generasi Campus Roadshow 2025, Dimulai dari Surabaya |
![]() |
---|
Mahasiswa Untag Surabaya Hadirkan Inovasi IoT untuk Peternakan Ayam Petelur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.