SURYA Kampus

Unusa dan ITS Kembangkan Inovasi Ramah Lingkungan untuk Dukung SDGs

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember berkomitmen mengembangkan inovasi ramah lingkungan

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Unusa
RISET RAMAH LINGKUNGAN - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S,(tengah) bersama Rektor Unusa dan Rektor ITS saat berkunjung ke Unusa pada Minggu (13/7/2025). Kunjungan ini sekaligus menguatkan kolaborasi antar universitas dan pemerintah ini menghasilkan kesepakatan untuk menyusun peta jalan (roadmap) kerja sama riset dan pengembangan di bidang teknologi tepat guna, sanitasi, ketahanan pangan, serta kesehatan masyarakat. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkomitmen mengembangkan inovasi ramah lingkungan demi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). 

Rektor Unusa, Prof. Dr. Achmad Jazidie, M.Eng., mengungkapkan saat ini Unusa memiliki dua inovasi andalan kampusnya yang ramah lingkungan.

Yaitu insinerator pembakar sampah tanpa polusi dan Unusa Water Treatment Car, kendaraan bergerak untuk menjernihkan air di daerah minim akses air bersih.

“Kami percaya pendekatan teknologi sederhana dan efektif bisa menjadi solusi atas tantangan sanitasi dan lingkungan. Kedua inovasi ini dirancang agar langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelasnya, Selasa (15/7/2025).

Baca juga: KRONOLOGI Pengendara Sepeda Kayuh Tewas Ditabrak Motor di Gedeg Mojokerto

Ia juga menegaskan kesiapan Unusa untuk berkolaborasi lintas sektor agar inovasi tersebut bisa diadopsi lebih luas.

Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, ST., MSc.Eng., Ph.D. menjelaskan ITS tengah memfokuskan riset dalam inovasi lingkungan, terutama di bidang ketahanan pangan dan produk halal.

Yaitu dengan mengembangkan sistem pertanian berbasis teknologi serta pusat kajian halal untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan lokal.

“Inovasi dalam sektor pangan dan jaminan kehalalan adalah bagian penting dari ketahanan nasional. Kami percaya kolaborasi dengan Unusa dan Bappenas akan memperkuat langkah strategis ini,” ujarnya.

Hal ini turut diapresiasi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S, saat berkunjung ke Unusa pada Minggu (13/7/2025). 

Menteri Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya inovasi yang relevan dalam mengatasi kesenjangan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. 

Dikatakannya perguruan tinggi dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang aplikatif, terutama untuk menjawab tantangan lingkungan, ketahanan pangan, dan akses air bersih di masyarakat.

“Banyak masyarakat kita yang masih kesulitan mendapatkan air bersih dan pangan yang cukup. Ini tantangan besar bagi kita semua, dan jawabannya adalah inovasi yang relevan dan aplikatif,” ujarnya.

Selain itu kolaborasi antar universitas dan pemerintah ini menghasilkan kesepakatan untuk menyusun peta jalan (roadmap) kerja sama riset dan pengembangan di bidang teknologi tepat guna, sanitasi, ketahanan pangan, serta kesehatan masyarakat. 

"Dengan keterlibatan aktif dari institusi pendidikan tinggi seperti Unusa dan ITS, pembangunan ramah lingkungan berbasis inovasi diyakini dapat berjalan lebih terarah dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved