SURYA Kampus

Sosok Melinda Zahra, Mahasiswi FIB UNAIR yang Wujudkan Mimpi Magang di Jepang

Kini ia tengah menjalani program magang di The Danshaku Lounge, Hokkaido, Jepang, sejak April hingga Oktober 2025. 

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
MAGANG - Melinda Lusiana Zahra, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Jepang FIB Unair yang tengah menjalani magang di The Danshaku Lounge, Hokkaido, Jepang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Impian sederhana untuk bisa menjejakkan kaki di Negeri Sakura akhirnya terwujud bagi Melinda Lusiana Zahra, mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair).

Kini ia tengah menjalani program magang di The Danshaku Lounge, Hokkaido, Jepang, sejak April hingga Oktober 2025. 

Kesempatan berharga ini ia peroleh melalui PT Japan Indonesia Program Akademik (JIPA).

Keinginannya untuk mengikuti program magang berawal dari rasa penasaran dan keinginan pribadi yang sederhana ingin merasakan kehidupan di Jepang secara langsung. 

Melinda yang akrab disapa Melin itu awalnya tidak menyangka akan lolos seleksi program magang tersebut.

“Motivasi utamanya memang karena ingin ke Jepang. Tapi waktu lihat banyak teman-teman daftar magang, akhirnya jadi kepikiran buat ikut daftar juga. Alhamdulillah, nggak nyangka bisa lolos,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (8/7/2025).

Baca juga: Pakar Ekonomi Unair : Ketegangan Geopolitik AS-Iran Guncang Ekonomi Global, Indonesia Terdampak

Magang selama enam bulan di sebuah restoran bergengsi memberikan pengalaman dan pelajaran berharga bagi Melin. 

Salah satu momen yang tak terlupakan adalah saat ia mengikuti kangekai, atau acara penyambutan karyawan baru. 

Ia menjadi satu-satunya anggota baru di tempat kerjanya saat itu, dan sambutan hangat yang ia terima membuatnya merasa diterima dan dihargai.

“Koki di tempatku kerja selalu menjelaskan bahan makanan yang disajikan tiap hari. Mereka tahu aku muslim, jadi selalu memastikan menunya aman buatku. Aku sampai speechless karena merasa sangat dihargai sebagai anak baru,” kenangnya.

Namun, berada di negara asing tentu membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal bahasa. 

Melin mengaku harus banyak beradaptasi, terutama karena ia bekerja di bagian pelayanan dan sering berinteraksi dengan pelanggan lansia yang menggunakan bahasa Jepang formal.

“Setiap hari, aku bawa catatan kecil buat mencatat kosakata baru. Banyak istilah yang belum pernah aku dengar sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menyadari, keterampilan berbahasa bukan hanya soal teori yang dipelajari di ruang kelas. 

Magang ini membantunya memahami bahwa komunikasi adalah proses yang terus berkembang melalui praktik dan kebiasaan sehari-hari. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved