Senin, 18 Mei 2026

Respons Bupati Jember Muhammad Fawait Soal Perlintasan KA di Desa Pecoro

Pemkab Jember merespons cepat laporan masyarakat terkait kerawanan potensi kecelakaan di perlintasan KA Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
Istimewa/Dokumen Diskominfo Jember
PERLINTASAN KA - Kondisi perlintasan sebidang kereta api di Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (7/7/2025). Masyarakat banyak mengeluhkan perlintasan itu, karena dinilai licin dan membahayakan pengendara sepeda motor. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember merespons cepat laporan masyarakat terkait kerawanan potensi kecelakaan di perlintasan kereta api (KA) Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim).

Keluhan terkait kemacetan parah dan potensi kecelakaan itu, disampaikan warga melalui kanal Wadul Gus e

Senin (7/7/2025) sore, Bupati Jember Muhammad Fawait langsung turun ke lapangan, setelah menerima laporan dari masyarakat.

Bupati Fawait mengecek bersama sejumlah perwakilan OPD terkait.

Diketahui, Pemkab Jember sebelumnya telah mengirimkan surat kepada pihak-pihak berwenang, yakni Balai Besar dan PT KAI, untuk menindaklanjuti kondisi perlintasan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

“Meskipun ini bukan kewenangan langsung dari pemerintah kabupaten, saya tegaskan bahwa hukum tertinggi adalah menyelamatkan nyawa warga Indonesia, termasuk warga Jember,” tegas Bupati Fawait.

Menurutnya, kondisi perlintasan KA yang licin, terutama saat hujan atau gerimis, membuat kendaraan, khususnya sepeda motor berpotensi tergelincir. 

Hal ini tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara.

Pemkab Jember telah melakukan koordinasi dengan pihak PT KAI agar segera dilakukan perbaikan. 

Bupati Fawait meminta, agar dalam satu hingga dua hari ke depan sudah ada langkah nyata di lapangan. 

"Jika dalam dua hari belum ada tindakan, kami akan turun kembali dan melaporkan kondisi ini ke pemerintah pusat di Jakarta. Sebab, menyelamatkan nyawa jauh lebih penting daripada soal kewenangan birokrasi,” tambahnya.

Bupati Fawait juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan keluhan terkait fasilitas umum melalui Wadul Gus'e, agar bisa segera ditindaklanjuti.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved