Banyak Kasus TPPO Anak di Surabaya, Tetapi Polisi Sulit Mengungkap Tanpa OTT

Banyak anak di bawah umur yang menjadi korban eksploitasi, bahkan beberapa germo atau mami masih berusia remaja.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Deddy Humana
surya/tony hermawan
EKSPLOITASI ANAK - Ketua Komnas Anak Surabaya, Syaiful Bahri membahas TPPO yang melibatkan anak. Banyak kasus ditemukan tetapi polisi sulit menangkap tanpa pembuktian. 


SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Ketua Komnas Anak Surabaya, Syaiful Bahri mengungkapkan bahwa tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan anak-anak di Surabaya menjadi masalah serius. 

Banyak anak di bawah umur yang menjadi korban eksploitasi, bahkan beberapa germo atau mami masih berusia remaja.

Syaiful Bahri mengungkapkan, kemudahan akses penginapan short time menyuburkan praktik ini. Apartemen bisa disewa selama 3 jam dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 50.000.

Syaiful mengaku telah berkali-kali melapor ke pihak berwajib, namun pengungkapan kasus TPPO tetap sulit karena membutuhkan bukti kuat berupa operasi tangkap tangan (OTT)

"Berkali-kali saya laporkan ke polisi, tetapi jarang tertangkap. Jadi ternyata TPPO harus dibuktikan dengan operasi tangkap tangan. Kalau tidak ada unsur itu sulit," ungkap Syaiful, Selasa (24/6/2025).

Syaiful berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan kemampuan dan kesadaran untuk mengungkap kasus TPPO demi melindungi anak-anak di Surabaya. Dengan demikian, diharapkan anak-anak dapat terlindungi dari eksploitasi. *****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved