Kementerian Perumahan Tak Ada Anggaran, Pembangunan Rusunami di Surabaya Batal Terealisasi

Ketua Pansus Hunian Layak DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, menuturkan Rusunami di Surabaya belum akan terealisasi

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
RUSUNAMI - Ilustrasi Rusunami Eco Wonosakti yang berlokasi di Kelurahan Wonorejo, Kota Surabaya. Ketua Pansus Hunian Layak DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, menuturkan bahwa Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman belum akan merealisasikan Rusunami baru di Surabaya. 

"Minimal sama. Rusunawa di Surabaya nanti harus dibangun sampai 25 lantai. Jangan hanya lima lantai seperti di Surabaya," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widiatmoko yang juga ikut meninjau Rusun Pasar Rumput mendorong agar pendirian Rusun di Surabaya bisa seperti Rusun Pasar Rumput Jakarta.

"Yang menarik adalah keberadaan Rusun Pasar Rumput berdiri di atas pasar dan kegiatan ekonomi. Tiga lantai bawah pasar dan ruko. Selebihnya atau 22 lantai adalah hunian," kata Yona.

Saat ini Raperda Hunian Layak masih terus  digodok.

Targetnya regulasi ini harus lebih cepat tuntas.

Saifuddin tidak memberi tenggat waktu kapan Raperda itu tuntas.

Namun Yona mendorong agar hunian vertikal di Surabaya nanti juga dirancang menyatu dengan pasar tradisional.

Dilengkapi fasilitas umum dan area layanan publik.

Semua teknis nantinya ada di Perwali Hunian Layak.

Rusun Pasar Rumput berdiri dengan 1.984 unit.

Masing-masing uni seluas kurang lebih 36 meter persegi.

Ada dua kamar tidur, pantry, dan ruang tamu.

"Ini sangat layak untuk keluarga. Harga sewanya juga terjangkau, mulai dari Rp 1,1 juta hingga Rp 2,25 juta per bulan. Lantai bawah yang mahal. Ini patut menjadi rujukan dengan menyesuaikan kondisi Surabaya," kata ungkap Yona, yang akrab disapa Cak YeBe.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved