Berita Viral

Senasib Dedi Mulyadi, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Dijuluki Gubernur TikTok, Duplikasi Program KDM

Inilah profil Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang bernasib sama dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Editor: Musahadah
kolase tribunnews/tribun bengkulu
DUPLIKASI - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dijuluki gubernur TikTok oleh warganet. Sementara Dedi Mulyadi dijuluki gubernur konten. Helmi akui menduplikasi program kerja Dedi Mulyadi. 

Helmi Hasan, mengumumkan program baru khusus untuk anak-anak nakal di daerah itu di akun TikTok resmi miliknya.

Ia mengatakan, program ini akan melibatkan kepolisian dan TNI.

"Insya Allah anak-anak nakal yang melawan orangtua, narkoba, pulang malam, tidak masuk sekolah, dan kenakalan lainnya, siap-siap akan ditangkap, lalu diserahkan ke tentara dan polisi untuk digembleng," kata Helmi dalam akun TikTok-nya, Senin (28/4/2025).

Ia melanjutkan, pembinaan dan gemblengan itu akan dilakukan oleh TNI dan Polri.

Proses lamanya penggemblengan dilakukan hingga anak yang dianggap nakal dinyatakan berubah.

Bahkan, dalam TikTok-nya, ia menggambarkan sistem penggemblengan anak-anak di China.

Ia juga menegaskan, orang tua yang ingin menggembleng anaknya yang nakal dapat berkoordinasi dengan kepolisian terdekat atau mengirimkan data anak melalui pesan di TikTok Helmi Hasan.

"Anak-anak itu akan dibawa ke camp untuk dilatih disiplin serta bertanggung jawab dan menghormati kedua orangtuanya," tuturnya.

"Nah, kalau orang tua memiliki anak seperti ini, silakan dilaporkan ke pesan di TikTok ini, no WA saya, Polres, Polsek, atau kantor tentara terdekat," demikian Helmi Hasan.

Helmi Hasan memiliki pendekatan tersendiri dalam menangani siswa-siswa yang dianggap "nakal".

Pendekatan ini berbeda dengan yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurut Helmi, Pemprov Bengkulu mengusung konsep berbasis keagamaan, di mana para siswa tersebut akan dibina di rumah ibadah sesuai agama masing-masing.

"Kalau dia Islam di masjid, kalau Kristen di gereja, Hindu dan Buddha di rumah ibadah masing-masing," kata Helmi saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (2/5/2025).

Selama menjalani pembinaan di rumah ibadah, para siswa akan dibekali materi hukum dan kepemimpinan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan.

"Agar anak-anak tahu risiko bila melanggar hukum," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved