Senin, 1 Juni 2026

Founder One Global Capital Iwan Sunito: Australia Tak Sempurna, Tapi Ini Pilihan Terbaik Saya

kesuksesan Founder One Global Capital ini menaklukkan Benua Kanguru pun menjadi inspirasi banyak diaspora dan pebisnis pemula di sektor properti.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
IST/Dok Pribadi
PROPERTI - Iwan Sunito, Founder One Global Capital, yang menaklukkan Benua Kanguru dan menjadi inspirasi banyak diaspora dan pebisnis pemula, terutama yang bermain di sektor properti. 

Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan investasi di Asia Pasifik seperti Vietnam, Kamboja, Singapura, Malaysia, dia meyakini Australia adalah pilihan terbaik dari segi stabilitas, keamanan, aksesibilitas, serta potensi ekonomi jangka panjang.

“Berawal dari gaji tahunan hanya Rp 250 juta, kini saya mengelola portofolio dengan proyek bernilai Rp 5 triliun hingga Rp 25 triliun. Saya sungguh berterima kasih kepada ayah atas kebijaksanaannya, yang mengatakan ‘Australia tidak sempurna, tapi ini pilihan terbaikmu,’” pungkasnya.

Bagi calon investor dan pebisnis di Indonesia yang ingin merambah Australia, Iwan Sunito berbagi tiga tips penting. Pertama, temukan bisnis yang ingin anda kembangkan.

"Berinvestasilah pada bidang yang membuat Anda antusias dan ingin memperdalam pengetahuan. Seperti mahasiswa yang bekerja untuk meningkatkan keterampilan hingga akhirnya mampu membuka bisnis sendiri. Mulailah dari bisnis kecil dan bertumbuhlah perlahan," ungkap Iwan.

Kedua, Cari dan Investasikan pada bisnis partner yang memiliki skala dan keahlian.

Ikuti tren investasi yang terbukti berhasil, seperti investor Jepang yang fokus mencari bisnis yang sudah memiliki skala, keahlian khusus, serta catatan keberhasilan yang terbukti.

Jangan coba sendirian karena kompetitor lokal pasti jauh lebih unggul dalam pemahaman pasar lokal yang diperoleh selama puluhan tahun.

Ketiga, temukan mitra bisnis yang dapat dipercaya.

Kepercayaan yang kuat hanya bisa dibangun melalui rekam jejak mitra yang transparan selama 10 atau bahkan 20 tahun.

Saya pernah terburu-buru memasuki joint venture tanpa pengecekan latar belakang yang memadai.

Walaupun akhirnya tidak mengalami kerugian finansial, pengalaman tersebut sangat menegangkan karena mitra lokal yang ternyata suka menggunakan jalur hukum untuk mengunci dan menekan mitra bisnisnya.

"Seperti kata Warren Buffett, Jangan pernah berbisnis dengan seorang penipu, karena kontrak sekuat apapun tidak akan bisa melindungimu," pungkas Iwan.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved