Founder One Global Capital Iwan Sunito: Australia Tak Sempurna, Tapi Ini Pilihan Terbaik Saya
kesuksesan Founder One Global Capital ini menaklukkan Benua Kanguru pun menjadi inspirasi banyak diaspora dan pebisnis pemula di sektor properti.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Perjalanan seorang Iwan Sunito bak jalinan kisah yang penuh ambisi, ketekunan, dan visi mendalam.
Tak heran, kesuksesan Founder One Global Capital ini menaklukkan Benua Kanguru pun menjadi inspirasi banyak diaspora dan pebisnis pemula, terutama yang bermain di sektor properti.
Padahal, menurut Iwan Sunito, semua itu berawal dari sebuah candaan saat sang ayah, Handy Sunito, berniat mengirimnya bersekolah di Sydney pada 1984 silam.
“Pesan beliau jelas, saya harus mencari pijakan di tanah baru. Saat itu, saya sempat berpikir mungkin ayah tidak ingin saya kembali pulang,” tutur pria kelahiran Surabaya tersebut.
Namun ternyata Handy Sunito memiliki pandangan visioner.
Kata-katanya yang paling diingat Iwan adalah: 'tidak peduli seberapa besar Surabaya, Sydney pasti jauh lebih besar dalam ekonomi dan peluang'.
“Kini saya menyadari betapa bijaknya keputusan beliau yang membuka jalan menuju proyek-proyek bernilai miliaran dolar. Di samping itu, ayah juga memberi nasihat untuk berpikirlah besar, tetapi mulailah dari yang kecil," ungkap Iwan.
Perjalanan Iwan Sunito di Australia dimulai di University of New South Wales (UNSW), tempatnya menyelesaikan studi dengan gelar Sarjana Arsitektur pada 1992, kemudian meraih gelar Master Manajemen Konstruksi pada 1993.
“Pendidikan di UNSW membentuk pemahaman saya tentang arsitektur, manajemen properti, dan investasi. Di sana pula saya mendapat penghargaan Eric Daniels Prize untuk Desain Hunian,” lanjut pria kelahiran 1966 ini.
Iwan menuturkan, beradaptasi di Sydney tidak selalu mudah, terutama karena kendala bahasa yang sering menimbulkan situasi lucu.
“Misalnya ketika salah memahami sapaan G'day sebagai perintah untuk go away. Atau saat pertama kali ditanya santai ‘how ya goin?’ dan saya polos menjawab, ‘by bus!’ Pernah pula saya salah dengar ucapan ‘how are you going today?’ jadi ‘how are you going to die?’ Semua ini menjadi pengalaman yang lucu sekaligus mengajarkan saya ketahanan dan adaptasi,” bebernya.
Sydney memang unik dan menjanjikan peluang ekonomi besar.
Bahkan secara historis nilai properti di sana naik dua kali lipat setiap 10 tahun.
Berbekal nasihat sang ayah agar bermimpi besar dengan langkah terukur, pada tahun 1996 Iwan Sunito lewat bendera Crown Group memulai proyek kecil namun ambisius di Bondi Junction dengan pembangunan 54 unit hunian.
“Proyek yang menghasilkan keuntungan sekitar Rp 50 miliar ini menjadi awal yang menjanjikan, sekaligus menjadi pelajaran penting tentang kesabaran dan dinamika pasar properti,” jelas ayah tiga anak ini.
| Makna Sholawat Khoirul Bariyyah, Lirik Arab Latin dan Terjemahan Indonesia |
|
|---|
| Satlantas Polres Ponorogo Kacamata Canggih untuk Tindak Pelanggar Lalu Lintas |
|
|---|
| Parlemen Iran Bahas Rencana Sayembara Rp1 Triliun untuk Trump dan Netanyahu |
|
|---|
| Ketagihan Dugem, Pria Mjuda Di Surabaya Nekat Curi Motor, Di Jual Di Facebook |
|
|---|
| Dua Kecelakaan Gegerkan Lamongan, Elf Terguling dan Pemotor Tewas Terlindas Tronton |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PROPERTI-Iwan-Sunito-Founder-One-Global-Capital.jpg)