Kampung Menur Pumpungan Surabaya Punya Program Kursus Bahasa Inggris Gratis, Ini Cara Daftarnya

Di Kampung Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, ada kegiatan kursus bahasa Inggris gratis, dengan nama Les Bahasa Ceria.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
nuraini faiq/surya.co.id
KURSUS BAHASA INGGRIS - Pelajar di Surabaya dengan ceria mengikuti kursus bahasa Inggris gratis yang digelar rutin di Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, beberapa waktu lalu. Les yang digelar di Balai RW dan rumah-rumah warga itu diperuntukkan bagi pelajar usia SD, SMP, dan SMA, yang hingga kini sudah diikuti lebih dari 300 anak. 

Transaksinya menggunakan bahasa Inggris. Semacam Entrepreneur day kalau di sekolah-sekolah mapan.

Setiap bulan kelas digelar di dua balai RW serta di salah satu rumah warga.

Bergotong-royong penuh keikhlasan banyak yang merelakan rumahnya dijadikan tempat belajar.

Selain menaikkan derajat anak-anak kampung, kursus bahasa Inggris gratis itu mengimbangi program 'English Day'.

Kewajiban berbahasa Inggris pada hari tertentu di lingkungan SMP sudah terlanjur dicanangkan Pemkot Surabaya.

Pelaksanaan les gratis itu dengan menggandeng sejumlah anak muda dan guru bahasa Inggris dari sejumlah sekolah swasta.

Ada juga relawan pengajar dari sejumlah kampus.

"Mengajarkan susunan kalimat hanya satu bagian dari ikhtiar besar, yaitu menumbuhkan kepercayaan diri bahwa anak-anak itu pasti bisa. Mereka akan menjadi anak hebat. Ini hanya soal waktu,” ucap Eri.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini berharap bisa menambah jangkauan disiplin ilmu untuk dijadikan bahan les gratis di kampung-kampung.

Eri bercita-cita bisa bikin les matematika dan pengenalan coding tahap awal secara gratis ke anak-anak perkampungan.

Menurutnya, pendidikan adalah jalan pemutus mata rantai kemiskinan.

Jika dari kelompok ekonomi menengah-atas, setiap hari les tambahan bahasa Inggris, matematika, coding, bahkan menggambar.

Itu bagus sekali agar generasi muda ke depan semakin hebat.

"Tapi kita juga harus memfasilitasi hal serupa untuk anak-anak keluarga kurang mampu. Kalau tidak, sebagian besar dari mereka yang dari ekonomi menengah ke bawah berpotensi akan kalah bersaing,” ulas Eri.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved