Warga Tempuran Mojokerto Pasrah, Jelang Ramadhan Rumahnya Kebanjiran

Warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pasrah menghadapi bencana banjir saat memasuki awal puasa Ramadan 1446 Hijriah

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
MELUAP - Banjir akibat luapan sungai irigasi pertanian merendam rumah warga di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (28/2/2025). Banjir itu, disebut mengganggu aktivitas warga menjelang hari pertama puasa Ramadan 1446 Hijriah . 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), pasrah menghadapi bencana banjir saat memasuki awal puasa Ramadan 1446 Hijriah/2025.

Akibat banjir luapan sungai irigasi pertanian itu, air merendam sejumlah rumah warga, sekolah dan fasilitas umum (fasum) di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran.

Hingga Jumat (28/2/2024) sore ini, kondisi air belum juga surut.

Sulikhan (66) warga Dusun Bekucuk, mengatakan jika dirinya hanya bisa pasrah ketika akan menjalani hari pertama puasa Ramadan, tapi rumahnya kebanjiran.

"Nanti malam sudah tarawih yang pertama, tapi kami sudah kebanjiran seperti ini," jelasnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Sulikhan, banjir di Desa Tempuran tentu mengganggu aktivitas warga yang hendak beribadah di bulan suci Ramadhan. 

"Ya jelas terganggu kalau banjir begini, warga yang mau ibadah di hari pertama puasa," keluhnya. 

Dirinya mempertanyakan kinerja pemerintah, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, selaku yang berwenang terkait sungai yang diduga memicu banjir tahunan di desa tersebut.

Warga selalu was-was dibayangi bencana banjir yang setiap waktu terjadi, ketika hujan deras di Mojokerto maupun wilayah Jombang. 

Karena, hingga kini belum ada upaya konkret dalam menuntaskan banjir Tempuran.

"Paling tidak ini ada upaya pemerintah bagaimana menangani banjir, biar tidak berlarut-larut di Tempuran begitu lho. Sehingga warga ini bisa tenang dan menikmati ibadah puasa Ramadan, harapan kami seperti itu," tutur Sulikhan.

Ia mengungkapkan, harus ada perbaikan saluran drainase dari stakeholder terkait untuk menanggulangi banjir Tempuran

Warga juga sudah telah berkali-kali menyampaikan perihal subtansi itu, 
saat rakor banjir di Balai Desa. 

Bahkan, juga disampaikan warga saat Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa meninjau posko pengungsian banjir di Masjid Tempuran pada Desember 2024.

"Saluran drainase itu harus diperbaiki pas kemarau, bukan saat musim hujan begini. Jangan malah air datang (Banjir) baru kebingungan, kerja tidak maksimal akhirnya kan masyarakat yang terkena dampaknya," beber Sulikhan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved