Senin, 13 April 2026

Ramadan 2025

Ternyata Warga Jember Sudah Ada yang Jalankan Puasa dan Tarawih Ramadan 1446 Hijriah

Sebagian warga di Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ternyata telah melaksanakan puasa dan tarawih Ramadan 1446 Hijriah

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Iman Nahwawi
PUASA LEBIH AWAL - Aktivitas santri Pondok Pesantren Muhfilud Duror di Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, Jember, Jawa Timur, Jumat (28/2/2025). Warga di sekitar Ponpes Muhfilud Duror ini, lebih awal menjalankan puasa Ramadan 1446 Hijriah. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Sebagian warga di Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), ternyata telah melaksanakan puasa Ramadan 1446 Hijriah, Jumat (28/2/2025). 

Umat muslim di Jember utara ini, lebih awal menjalankan puasa, mengingat Kementerian Agama Republik Indonesia baru akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan malam nanti. 

Selain itu, warga yang tinggal di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Duror Dusun Krajan Timur, Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk ini juga telah melaksanakan salat Tarawih pada, Kamis (27/2/2025) malam. 

Seorang santri Ponpes Muhfilud Duror, Muhammad Faisol mengaku saat ini warga di lingkungan pondoknya telah menjalankan ibadah puasa. 

"Dan tadi malam sudah tarawih, dan tadi malam juga sudah melaksanakan sahur," ujarnya. 

Menurut Faisol, jemaah Ponpes Muhfilud Duror biasanya melakukan ibadah puasa lebih awal, dari ketentuan pemerintah. 

"Setiap tahun memang selalu lebih awal, karena di sini mengunakan hitungan hisab sendiri," ulas Faisol. 

Faisol berharap, dalam Ramadan tahun ini, bisa menjalankan ibadah puasa dan tarawih penuh, dan istiqomah selama sebulan. 

"Mudah-mudahan lebih istiqomah, tidak ada yang bolong baik puasa maupun tarawihnya," imbuhnya.

Sebatas informasi, Ponpes Mahfilud Duror di Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, Jember, disebut mengunakan kitab Najatul Majalis karya Syekh Abdurrahman As-Syafi’i sebagai rujukan utama bagi pengasuh untuk penetuan awal bulan Ramadan.

Pengasuh Ponpes Mahfilud Duror, KH Ali Wafa menjelaskan, perhitungan awal Ramadan dalam kitab ini, istilahnya disebut acuan khumasi. 

"Yakni perhitungan lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya. Dengan metode ini, awal Ramadan untuk tahun berikutnya dapat ditentukan sejak jauh hari," paparnya. 

Ali Wafa mengaku, terdapat perbedaan dalam penetapan awal puasa. Namun yang terpenting umat muslim di Jember bisa rukun dan saling menghormati dalam menyikapi masalah ini. 

“Perbedaan ini adalah berkah. Kami tetap menekankan persaudaraan dan tidak saling mencela,” imbuhnya. 

Sebatas informasi, pihak pemerintah saat ini masih melakukan rukyatul hilal di beberapa wilayah di Indonesia, untuk melihat anak bulan, sebelum menentukan 1 Ramadan 1446 Hijriah

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved