Petani di Mojokerto Lega, Hasil Panen Jagung Diserap Bulog Sesuai HPP
Petani di Mojokerto, Jatim, kini dapat bernapas lega berkat kepastian Bulog akan menyerap hasil panen komoditas jagung sesuai HPP
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Petani di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), kini dapat bernapas lega berkat kepastian Bulog akan menyerap hasil panen komoditas jagung sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah).
Kepastian itu. tertuang dalam forum audensi yang dikomandoi Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto bersama Pimca Bulog Muhammad Husin, Kadis Pertanian Nuryadi dan Perwakilan HKTI Jawa Timur Rinda Wati di ruangan SS Mapolres Mojokerto, Sabtu (22/2/2025).
Dalam forum itu, juga melibatkan perwakilan BPS, petani, perwakilan Pupuk Indonesia, Gapoktan dan perwakilan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP).
Baca juga: Panen Raya Malah Kecewa, Petani di Mojokerto Keluhkan Harga Jagung Anjlok di Bawah HPP
Pimpinan Cabang Bulog, Muhammad Husin, mengatakan bahwa Bulog akan membeli hasil panen petani jagung dengan acuan aturan Bapanas nomor 18 tahun 2025, tentang HPP komoditas jagung di tingkat petani yang ditetapkan Rp 5.500 per kilogram (kg).
"Kami sesuai peraturan dari Bapanas, kami ditugaskan untuk menyerap jagung pipil kering dengan kadar air maksimal 14 persen," kata Husin dalam konferensi pers hasil audensi bersama petani di Mapolres Mojokerto, Sabtu.
Ia mengungkapkan, Bulog tetap bisa menyerap jagung pipil dalam kondisi masih basah atau kadar air di atas ketentuan tersebut. Biaya pengeringan jagung basah menjadi tanggung jawab Bulog.
Dengan kebijakan ini, penyerapan komoditas pertanian di Kabupaten Mojokerto dapat lebih optimal.
"Kita kerja sama dengan mitra Bulog, jagung basah tetap bisa kami serap dengan harga sesuai HPP 5.500 per kg. Nanti kami olah dengan mitra usaha pengeringan jagung, dengan biaya dari kami (Bulog). Jadi HPP jagung pipil kering maupun basah tetapi acuannya HPP," ungkap Husin.
Dirinya menyebut, Bulog akan jemput bola menghampiri petani yang sudah dikoordinir oleh Gapoktan atau PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), maupun informasi dari Polsek Mojokerto yang mendampingi petani dalam program ketahanan pangan
di setiap wilayah Bumi Majapahit.
Sebelum didatangi petugas Bulog, petani menyiapkan hasil panen yang sudah dibersihkan dari bonggol jagung, bersih dan dikemas dalam karung.
"Armada dari kami akan mengangkut hasil panen petani jagung. Biaya angkut dari kami (Bulog), petani terima bersih sesuai HPP dan ongkos angkut menjadi beban kami (Bulog). Kami yang menghampiri petani ," beber Husin.
Menurut dia, Hasil penyerapan komoditas jagung akan disimpan di gudang Bulog untuk persediaan pemerintah.
"Untuk batasannya kami menunggu Kanwil (Bulog), terpenting kami sudah bisa mulai melakukan penyerapan komoditas jagung di tingkat petani Kabupaten Mojokerto," pungkas Husin.
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah momentum bagi petani terkait solusi pasca panen komoditas pertanian, khususnya bagi petani jagung.
Karena sebelumnya, harga komoditas jagung di tingkat petani Mojokerto, saat memasuki panen raya terjun bebas di kisaran Rp 3500 per kg.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kapolres-Mojokerto-AKBP-Ihram-Kustarto-bersama-Pimca-Bulog-Muhammad-Husin.jpg)