Kamis, 30 April 2026

Lembaga Penjamin Simpanan

LPS Gelar Workshop 2025 Di Kota Surabaya, Content Creator Natasha Keniraras Turut Berpartisipasi

Kepala LPS Kanwil II Surabaya, Bambang S Hidayat, memberikan materi tentang sosialisasi mengenai peran dan fungsi LPS.

Tayang: | Diperbarui:
SURYA.co.id/Habibur Rohman
GEN Z - Peserta dari Generasi Z mengikuti LPS KOL workshop yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Simpanan Kantor Wilayah II (Kanwil ll) di kantor LPS Surabaya, Sabtu (22/2/2025). workshop ini memberikan wawasan kepada Key Opinion Leaders (KOL) mengenai dunia konten kreator dari sisi kreatifitas, personal branding dan monetisasi, diskusi tentang pentingnya pengelolaan keuangan dan keamanan simpanan di bank hingga office tour peserta ke beberapa ruangan di kantor LPS Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Lembaga Penjamin Simpanan Kantor Wilayah II (Kanwil II) Surabaya menggelar Key Opinion Leaders (KOL) Workshop 2025, Sabtu (22/2/2025) di kantor LPS Kanwil II Surabaya, Pakuwon Tower lantai 27.

Di talkshow pertama, Kepala LPS Kanwil II Surabaya, Bambang S Hidayat, memberikan materi tentang sosialisasi mengenai peran dan fungsi LPS.

"LPS dibentuk Pemerintah melalui Undang - Undang (UU) nomor 24, tahun 2004, dan tugasnya menjamin simpanan nasabah di bank," kata Bambang, dalam KOL Workshop bertema "Redifine Your Social Media DNA" tersebut.

Selain itu juga turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan, dan akan menjamin polis asuransi.

"Tapi khusus untuk menjamin polis asuransi masih baru akan aktif tahun 2028," tambah Bambang.

Sedangkan yang sudah dijamin, adalah produk simpanan di bank yang dijamin LPS, tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.

Dalam kesempatan tersebut, juga dipaparkan tentang syarat agar simpanan nasabah di bank bisa dijamin LPS.

Yaitu dengan syarat 3T. Pertama, tercatat dalam pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga simpanan yang diterima tidak melebihi tingkat penjaminan LPS.

"Ketiga, tidak terindikasi melakukan fraud dan atau terbukti melakukan tindak pidana di bidang perbankan," jelas Bambang.

Bambang juga berpesan untuk para generasi muda saat ini, yang biasa disebut generasi Z, perlu dalam mempersiapkan masa depan.

Melalui tabungan dana darurat, tabungan pensiun, asuransi dan belajar investasi.

"Investasi apa yang cocok untuk generasi Z ini?, bisa dengan belajar menyimpan uang di deposito. Deposito adalah salah satu produk bank yang mudah dan aman serta dijamin LPS," terang Bambang.

Sementara dalam talk show kedua hadir content creator Natasha Keniraras.

Alumni S1 Teknik Perkapalan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini dikenal sebagai content creator dengan Sexy Javanese Accent.

"Sebenarnya saya spontan saja waktu membuat konten dengan logat khas Surabaya tersebut. Tapi ternyata responnya bagus sehingga saya keterusan," ungkap Keni, sapaan akrab Natasha Keniraras.

Dia juga memberikan tips tentang membuat konten yang menarik. Misalnya konten yang sesuai dengan passion dan ditambah kreatifitas latar belakang pendidikan.

"Dari pengalaman saya, saya sering buat konten make up dengan logat khas Surabaya. Konten yang sebelumnya dengan target untuk kemedokan logat, malah dapat berkah endores produk make up," beber Keni.

Selain itu juga bisa memaksimalkan potensi lainnya. Seperti misalnya jadi influencer make up tapi ada latar belakang pendidikan kuliner, itu bisa dieksplor untuk bisa lebih kreatif.

Brand akan datang sendiri untuk konten creator agar enggagemnt (interaksi) menjadi lebih real.

"Misalnya untuk menarik lebih banyak like atau koment. Termasuk dengan caption yang lebih dengan bertanya. Agar bisa menarik jawaban lewat komentar," pungkas Keni.

Usai talk show, peserta mendapat kesempatan untuk tour office LPS Kanwil II Surabaya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved