Kamis, 4 Juni 2026

Perluas Pasar Ekspor Lobster Situbondo, Balad Group Datangkan Pengusaha China dan Singapura

Selain mengunjungi pusat budidaya lobster di Desa Gelung, para buyer dua negara itu juga ingin melihat lobster yang dikembangkan di Teluk Kangean

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono (izi hartono)
LOBSTER KELAS EKSPOR - Pemilik Balad Goup, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy menjelaskan budidaya lobster kepada para buyer China dan Singapura yang melihat langsung lokasi peternakan di Situbondo, Selasa (18/2/2025). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Budidaya dan kualitas lobster di Situbondo semakin menjadi daya tarik pembeli (buyer) mancanegara. Salah satunya usaha budidaya lobster Bandar Laut Dunia (Balad) Group yang menerima kedatangan buyer dari China dan Singapura, Selasa (18/2/2025).

Ada sebanyak 13 pengusaha mancanegara, masing-masing 8 dari China dan 5 dari Singapura yang mendatangi pusat budidaya lobster Balad Group di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo itu.

Para tamu asing itu disambut pemilik Balad Group, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Khalilur pun mengajak mereka berkeliling di area pembenihan dan pembudidayaan lobster serta antusias memberikan penjelasan.

Selain mengunjungi pusat budidaya lobster di Desa Gelung, para buyer dua negara itu juga ingin melihat lobster yang dikembangkan di kawasan Teluk Kangean, Kabupaten Semenep Madura.

Bahkan untuk menuju kawasan budi daya lobster, kerapu, kerang dan rumput laut tesebut, para buyer diantar berlayar dengan perahu motor jet dari Pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran.

"Hari ini kedatangan 8 buyer dari China dan 5 buyer dari Singapura. Saya undang mereka untuk melihat langsung progress budidaya lobster di Situbondo dan Kangean Sumenep," kata Jih Lur, sapaan Khalilur.

Tidak hanya itu, kata Jih Lilur,  ia  sudah menyediakan kurang lebih 50 keramba untuk menebar 12.500 bibit bening lobster (BBL) di Teluk Kangean Sumenep. "Itu awalnya 50 keramba untuk 12.500 BBL, kemudian kami siapkan 10.000 keramba lagi," kata Jih Lur.

Untuk memenuhi kebutuhan keramba, lanjutnya, ia akan melibatkan para perajin mebel dan pekerja lokal.

Jih Lur juga menjelaskan bahwa usaha yang dikelolanya itu untuk kemanusiaan dan agar masyarakat Situbondo berdaya sebagai raja di tanahnya sendiri.

Ia mengaku dari budidaya lobster yang dikelolanya, tiga tahun ke depan ditargetkan mampu mencapai omzet triliunan. "Target kita mencapai sekian triliun dari bisnis lobster ini," pungkasnya. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved