Sabtu, 18 April 2026

Pengembala Sapi Situbondo Hilang Ditemukan Tewas Tinggal Tulang Belulang Di TN Baluran

Jasad pengembala sapi Situbondo Suwardi (68) ditemukan tulang belulang di TN Hutan Baluran.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Wiwit Purwanto
(foto BPBD Situbondo)
EVAKUASI - Kerangka jasad saat dievakuasi tim gabungan ke RS Asembagus, Situbondo. 
Ringkasan Berita:
  • Pengembala sapi Situbondo, Suwardi (68), ditemukan tewas di TN Hutan Baluran.
  • Jasad korban telah tulang belulang, ditemukan warga saat mencari madu.
  • Keluarga menerima kondisi korban, otopsi tetap dilakukan untuk kepastian.

 

SURYA.CO.ID SITUBONDO  - Setelah dilaporkan hilang dan dilakukan pencarian tim SAR gabungan, pengembala sapi asal Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, jasadnya ditemukan.

Jasad warga bernama Suwardi (68) ditemukan dua orang warga yang sedang mencari madu di kawasan Taman Nasional Hutan Baluran, kondisinya telah jadi tulang belulang.

Koodinator Pusdalop BPBD Situbondo Puriyono membenarkan penemuan kerangka manusia yang diduga korban hilang saat mengembala sapi di TN Hutan Baluran Situbondo.

"Iya korban ditemukan kemarin Kamis sekitar pukul 15.00 WIB, tapi kondisinya sudah tulang belulang," ujarnya, Jumat (17/04/2026)

Menurutnya, kerangka manusia ditemukan di  kawasan blok Curah Bedi di last known position (LKP) atau posisi terakhir diketahui di kawasan TN Baluran Situbondo.

Baca juga: Pengunjung Taman Bungkul Kota Surabaya Gempar, Temukan Jasad di Toilet Umum

"Saat mencari madu, dua warga itu mencium bau busuk dan menemukan tas dan tulang terbungkus sepatu," jelasnya.

Setelah itu, kata Puriyono, warga mendokumentasikan temuan itu dan langsung mengirimkan videonya kepada keluarga korban.

"Kami BPBD bersama Polsek Banyuputih,  Petugas TN Baluran dan warga sekitar  menuju ke TKP untuk mengevakuasi kerangka itu ke rumah sakit," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dan inafis Polres Situbondo, kondisinya tulang belulang yang masih utuh dan pihak keluarga mengenali propertinya, diantaranya baju, sepatu, hand phone  dan tas.

"Pihak keluarga sudah menerima atas kejadian tersebut tidak akan menuntut atau menolak dilakukan otopsi ," pungkasnya.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved