Jumat, 15 Mei 2026

Berita Viral

Nasib Briptu Nurkholis, imbas Bikin Konten Video ‘Tabrak Bebek Ganti Kambing’, Di Panggil Propam

Imbas dari konten video tersebut, Briptu Nurkholis kini ditahan dan harus menjalani penempatan khusus (Patsus) di Bidang Propam Polda Banten.

Tayang:
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
TikTok @ykzladu / Instagram
NASIB BRIPTU NURKHOLIS,- Nasib Briptu Nurkholis setelah membuat konten lelucon video 'tabrak bebek ganti kambing'. 

“Secara spontan saya untuk membuat video itu,” ujarnya, sambil menjelaskan bahwa video tersebut tidak berniat menyinggung pihak manapun.

Atas aksi yang dianggap mengganggu ketertiban, Briptu Nurkholis pun menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak, termasuk kepada pejabat tinggi Polri seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Ahmad Dofiri, dan Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto.

“Saya mohon maaf atas kecerobohan dan kelalaian saya. Saya minta maaf kepada institusi Polri. Bahwa video saya buat secara tidak sengaja,” tandasnya.

Dampak Konten yang Viral dan Proses Hukum yang Berjalan

Video yang awalnya dianggap sebagai kejadian nyata, segera menjadi viral dan banyak diperbincangkan oleh publik.

Meskipun hanya lelucon, tindakan Briptu Nurkholis ini tetap mengundang kontroversi karena dianggap kurang sensitif terhadap citra institusi Polri.

Akibat kelalaian ini, Briptu Nurkholis harus menjalani sanksi administratif berupa penempatan khusus di Bidang Propam Polda Banten, sebuah langkah yang diambil untuk menanggapi kelakuannya yang dinilai merugikan nama baik Polri.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran tentang dampak dari konten yang dibagikan ke publik, terutama bagi seorang anggota kepolisian yang memiliki tanggung jawab menjaga citra dan integritas institusinya.

Meski niat awalnya hanya untuk bercanda, namun video yang dipublikasikan tanpa mempertimbangkan akibatnya, bisa berpotensi merusak reputasi pribadi maupun institusi.

Briptu Nurkholis, dalam hal ini, telah menyesali perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf.

Namun proses hukum serta sanksi administratif tetap berjalan sebagai konsekuensi dari perbuatannya.

Konten semacam ini juga memberikan pelajaran bagi publik untuk lebih berhati-hati dalam berbagi informasi atau video, terutama ketika itu berpotensi mengundang salah paham atau spekulasi yang tidak perlu.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved