Perkuat Asta Cita di Bidang Pendidikan, Petrokimia Gresik Asah Peningkatan SDM Pelajar - Mahasiswa

Salah satu fokusnya adalah memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sektor pendidikan.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad sugiyono (sugiyono)
Stephanie Regina dari Haloka Talk menyampaikan materi pada sesi Personal Development Training pada kegiatan Welcoming Bestro di Gresik, Minggu (26/1/2025). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – PT Petrokimia Gresik (PG) perusahaan anggota holding PT Pupuk Indonesia (PI) memberi pelatihan kepada pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Mahasiswa penerima Beasiswa Petrokimia (Bestro). 

Harapannya, dapat mendukung suksesnya program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ada 74 pelajar SMA dan 52 mahasiswa penerima Bestro. Mereka diberi peningkatan softskill yang dibuka Senior Vice President (SVP) Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mewakili Direktur Utama (Dirut), Dwi Satriyo Annurogo di Gresik.

Sementara Dwi Satriyo mengatakan, program ini sesuai arahan dari Kementerian BUMN RI untuk mendukung suksesnya program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden.

Salah satu fokusnya adalah memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sektor pendidikan.

 “Pelajar maupun mahasiswa penerima Bestro tidak hanya mendapat biaya pendidikan full cover dari Petrokimia Gresik. Mereka juga memperoleh pelatihan softskill yang dibimbing langsung seorang ahli, sehingga lebih unggul dan agile di era persaingan yang semakin ketat ini,” kata Dwi Satriyo, dalam rilis Humas PG, Minggu (26/1/2025). 

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, para penerima Bestro jenjang SMA mendapat materi pengembangan bekerja sama dengan Ruang Guru. Mereka juga akan mendapat bimbingan belajar gratis bersama Ruang Guru. 

Selain itu, peserta mengikuti Social Project Video Competition, yang berfokus pada isu kesehatan mental dan kampanye anti perundungan. Mereka juga mendapat materi pada outbond teamwork building.

Sedangkan penerima Bestro jenjang S1 atau mahasiswa mendapat materi mengunjungi hutan mangrove di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah. 

Hal itu dilakukan untuk mendapatkan pengalaman menanam mangrove di kawasan Mengare Discovery sembari meninjau hasil perbaikan lingkungan dari ancaman abrasi.

Berikutnya, peserta juga mengikuti sesi Personal Development Training bersama Haloka Talk. Tujuannya, agar bisa survive di dunia perkuliahan, setting goals dan menentukan jenjang karier.

Dengan mengangkat tema Embrace Growth, Lead the Future, Welcoming tahun ini mengajak penerima Bestro untuk bisa beradaptasi di dunia pendidikan yang dinamis dan menjadi pemimpin perubahan di masyarakat serta dunia kerja yang dinamis. 

“Terakhir, penerima Bestro S1 juga mengikuti Sustainable Idea Competition (SIC) 2.0. Lomba ini dirancang untuk mengembangkan penalaran dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide terkini untuk menyelesaikan masalah,” katanya. 

Menurut Dwi Satriyo, penerima Bestro adalah pelajar berprestasi sekitar perusahaan yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. 

Petrokimia Gresik telah menyalurkan Bestro sejak tahun 2014 melalui proses seleksi yang ketat. Selama periode ini, Petrokimia Gresik telah menyalurkan Bestro kepada 488 pelajar dan mahasiswa, rinciannya 321 pelajar jenjang SMA dan 167 mahasiswa jenjang S1.

Ditambahkan, Petrokimia Gresik dalam menjalankan operasional bisnisnya tidak hanya berfokus menyediakan produk pertanian berkualitas, tapi juga berkomitmen memberi manfaat untuk masyarakat sekitar melalui pendidikan.

"Mencetak SDM unggul yang tangguh menghadapi tantangan butuh peran aktif dari banyak pihak. Bestro menjadi salah satu cara terbaik dari Petrokimia Gresik,” pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved