Minggu, 12 April 2026

Serentak! Gerakan Banyuwangi Berbagi Sasar Seluruh Warga Pra-Sejahtera

Gerakan Banyuwangi Berbagi, aksi solidaritas yang telah menjadi tradisi tersebut, menjadi alternatif bagi penanganan kemiskinan di Banyuwangi, Jatim.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan bantuan kepada warga kurang mampu melalui Gerakan Banyuwangi Berbagi. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Muanin tersenyum bahagia, lelaki sepuh kelahiran 1936 itu, tak menyangka jika kediamannya bakal dikunjungi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta rombongan. 

Rumahnya yang terpencil di tengah perkebunan karet Lingkungan Sumber Pakem, Kelurahan Gombengsari di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) itu tak menjadi penghalang.

“Terima kasih, Bu,” ucap lelaki penyadap karet tersebut kepada Bupati Ipuk yang menyerahkan bantuan Gerakan Banyuwangi Berbagi, Jumat (24/1/2025). 

Bupati Ipuk datang bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Hj Mafruchatin Nikmah, Wakil Kepala Polresta Banyuwangi, perwakilan Kodim 0825/ Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi.

Wajah penuh kegembiraan tersebut, tak hanya dirasakan oleh Mbah Muanin semata. 

Tapi, tak kurang dari 18 ribu warga pra-sejahtera se Kabupaten Banyuwangi yang terekam dalam database UGD Kemiskinan Banyuwangi

Mereka mendapatkan bantuan sembako dan sumber protein. 

Mulai dari ASN, Kepolisian, TNI, DPRD Banyuwangi, BUMN, BUMD, organisasi profesi, hingga para pelaku usaha.

“Gerakan berbagi dan bersedekah seperti ini, sejatinya sudah dilakukan oleh semua pihak. Namun, saat ini, kita orkestrasi agar lebih tepat sasaran dan merata,” ungkap Bupati Ipuk.

Gerakan Banyuwangi Berbagi tersebut, imbuh Bupati Ipuk, dipandu lewat aplikasi Smart Kampung. Di dalamnya telah terdata berbasis nama dan alamat (by name by addres). 

Para donatur mendapatkan data warga pra sejahtera secara langsung dan menyerahkan ke kantor kecamatan terdekat, atau menyalurkannya secara langsung. 

“Kalau biasanya hanya dibagikan ke tetangga terdekat, dengan ini bisa tersalurkan hingga ke pelosok yang mungkin selama ini tidak tersentuh bantuan,” tegas Bupati Ipuk.

Aksi solidaritas yang telah menjadi tradisi tersebut, menjadi alternatif bagi penanganan kemiskinan. Di tengah keterbatasan fiskal yang dimiliki pemerintah daerah, gotong royong menjadi solusi. 

“Lebih-lebih di awal tahun seperti ini. Program bantuan dari pemerintah kebanyakan belum turun. Ini sangat membantu,” terang Bupati Ipuk.

Saat ini, tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi mencapai titik terendah dalam sejarahnya. Menurut data BPS pada 2024, tercatat 6,54 persen. Turun drastis dari tahun sebelumnya yang masih 7,34 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved