Berita Viral

Kelakuan Raffi Ahmad Disorot Usai Polemik Mobil Dinas RI 36, Diduga Dikawal Patwal saat Ngonten

Raffi Ahmad jadi sorotan lagi setelah viral polemik mobil dinas RI 36 yang dikawal Patwal arogan. Diduga Dikawal Patwal saat Ngonten.

kolase youtube dan instagram
Kelakuan Raffi Ahmad Disorot Usai Polemik Mobil Dinas RI 36, Diduga Dikawal Patwal saat Ngonten. 

Oleh karena itu, taksi Silver Bird Alphard yang berada tepat di belakang truk penambal berupaya menghindar ke arah kanan atau berpindah lajur.

“Namun, di saat bersamaan, ada kendaraan dari sebelah kanan, Suzuki Ertiga putih, yang juga sama-sama hendak maju, sehingga hampir menyebabkan terjadi senggolan,” kata Argo, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (11/1/2025).

“Akibatnya, taksi Silver Bird Alphard hitam berhenti dengan jeda agak lama, dan saat itu terlihat terjadi perdebatan antara kedua kendaraan tersebut sehingga menyebabkan kemacetan,” tambah dia.

Brigadir DK yang sedang mengawal kemudian berinisiatif melerai dan meminta kendaraan taksi itu agar segera maju sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

Setelah itu, Brigadir DK kembali melanjutkan perjalanan untuk mengawal mobil RI 36 menuju lokasi penjemputan Raffi Ahmad.

“(Brigadir DK melerai yang) saat itu terlihat gestur anggota sambil menunjuk seolah arogan,” tutur Argo.

Nasib Petugas Patwal RI 36

Lebih lanjut, Argo menyampaikan bahwa Brigadir DK yang menjadi petugas patwal mobil RI 36 diberikan sanksi teguran.

“Saat ini anggota sudah dilakukan pemanggilan dan klarifikasi terkait kejadian tersebut serta diberikan sanksi teguran untuk lebih humanis pada saat melaksanakan giat pengawalan,” ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/1/2025).

Ia menambahkan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mencari pengemudi taksi Silver Bird Alphard hitam untuk meminta klarifikasi.

“Apakah ada tindakan atau ucapan dari personel Ditlantas yang dianggap tidak sopan atau arogan,” imbuhnya.

Mewakili instansinya, pihaknya menyampaikan permintaan maaf jika sikap atau gestur Brigadir DK dianggap tidak layak atau arogan.

“Akan menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan pengawalan selanjutnya,” ungkap Argo.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved