Berita Viral

Kelakuan Raffi Ahmad Disorot Usai Polemik Mobil Dinas RI 36, Diduga Dikawal Patwal saat Ngonten

Raffi Ahmad jadi sorotan lagi setelah viral polemik mobil dinas RI 36 yang dikawal Patwal arogan. Diduga Dikawal Patwal saat Ngonten.

kolase youtube dan instagram
Kelakuan Raffi Ahmad Disorot Usai Polemik Mobil Dinas RI 36, Diduga Dikawal Patwal saat Ngonten. 

SURYA.co.id - Raffi Ahmad jadi sorotan lagi setelah viral polemik mobil dinas RI 36 yang dikawal Patwal arogan.

Kini, suami Nagita Slavina itu menuai kritik lagi karena kelakuannya.

Ia diduga dikawal patwal bukan dalam rangka tugas negara.

Raffi Ahmad dikawal patwal ini terlihat dari video yang diunggah akun Youtube RANS Entertainment pada 12 Januari 2025 lalu.

Dalam video itu Raffi Ahmad terlihat mengendarai mobil barunya Suzuki Jimny 5-door ditemani salah satu karyawannya. 

Baca juga: Sosok JJ Rizal Sejawaran yang Berani Kritik Tajam Raffi Ahmad, Sebut Badut Gabung Kekuasaan

"Gua mau ke rumahnya Andre Taulany. Gua mau pamer kalo gua ada mobil bagus, karena gua ngeliat waktu itu di vlognya Andre Taulany ada si Boy William," ujar Raffi.

Saat Raffi dalam perjalanan menuju rumah Andre Taulany, terdengar suara klakson khas motor patwal.

Begitu akan sampai di rumah Andre, terlihat motor patwal berada di depan mobil Raffi.

Sebelumnya Raffi Ahmad juga sempat membuat ramai ketika petugas patwal mobil RI36 miliknya bertindak arogan di jalan raya. 

Dalam video beredar, awalnya mobil dinas RI 36 ini terekam kamera sedang melintasi jalanan Jakarta sembari dikawal oleh petugas patroli dan pengawalan (patwal).

Saat kondisi jalanan mulai padat, petugas patwal berusaha membuka jalan agar mobil pelat RI 36 bisa melintas.

Baca juga: Gelagat Raffi Ahmad Usai Lapor LHKPN ke KPK, Benarkah Harta Kekayaannya Tak Habis 7 Turunan?

Namun, saat hendak membuka jalan, sebuah taksi eksekutif hitam berpindah lajur sehingga seolah tak memberikan jalan kepada rombongan mobil dinas RI 36.

Taksi itu sendiri berada tepat di belakang sebuah truk dan bergeser untuk pindah jalur di kanannya.

Namun, di saat bersamaan, ada mobil lain di sebelah kanannya sehingga taksi tersebut berhenti dan kemudian menghalangi kawalan mobil RI 36.

Petugas patwal pun emosi hingga menunjuk-nunjuk sopir taksi eksekutif hitam itu ketika lewat di sampingnya.

Kemudian, petugas patwal segera melanjutkan perjalanan dengan diikuti mobil RI 36.

Video tersebut dibagikan beberapa kali di media sosial X, sehingga memicu kegaduhan di antara warganet.

Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, akhirnya mengonfirmasi bahwa mobil tersebut adalah kendaraan dinasnya.

“Benar, mobil tersebut adalah kendaraan yang saya gunakan,” tutur Raffi, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (11/1/2025).

Namun, suami Nagita Slavina itu mengaku bahwa dirinya sedang tidak ada di mobil ketika peristiwa arogansi itu terjadi.

“Saat kejadian, saya tidak berada di dalam mobil tersebut karena kendaraan tersebut sedang dalam posisi menjemput saya untuk agenda rapat selanjutnya,” imbuhnya.

Selain Raffi Ahmad, pengunggah video akhirnya juga minta maaf karena berujung menimbulkan kegaduhan.

Ia meminta maaf kepada tiga menteri yang namanya sempat terseret dalam insiden itu.

“Perekam video viral mobil RI 36 yang dikawal patroli dan pengawalan (patwal) menorobos kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta diketahui sudah menyampaikan permohonan maaf melalui akun TikTok,” bunyi keterangan tertulis. 

“Akun tersebut juga menyampaikan permintaan maaf kepada Patwal yang bertugas mengawal mobil RI 36 berinisial D yang diduga sudah terkena sanksi,” ujar dia.

Selain itu, ia juga meminta maaf kepada Polri lantaran usai video tersebut viral, ia merasa membuat citra buruk terhadap institusi tersebut.

Tangkap layar mobil dinas Raffi Ahmad berpelat nomor RI 36 yang viral
Tangkap layar mobil dinas Raffi Ahmad berpelat nomor RI 36 yang viral (Kolase PMI @official dan KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)

Sementara Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, mengungkapkan kronologi kejadian petugas patwal menunjukkan sikap arogansi di jalanan Jakarta.

Petugas polisi yang menunjuk-nunjuk sopir taksi Silver Bird Alphard hitam itu adalah Brigadir DK.

Berdasarkan hasil klarifikasi, Brigadir DK saat itu tengah mengawal mobil berpelat RI 36 yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman pada Rabu (8/1/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.

Pada ruas jalan itu, terdapat truk penambal yang tengah berhenti di lajur tengah sehingga menyebabkan kemacetan.

Oleh karena itu, taksi Silver Bird Alphard yang berada tepat di belakang truk penambal berupaya menghindar ke arah kanan atau berpindah lajur.

“Namun, di saat bersamaan, ada kendaraan dari sebelah kanan, Suzuki Ertiga putih, yang juga sama-sama hendak maju, sehingga hampir menyebabkan terjadi senggolan,” kata Argo, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (11/1/2025).

“Akibatnya, taksi Silver Bird Alphard hitam berhenti dengan jeda agak lama, dan saat itu terlihat terjadi perdebatan antara kedua kendaraan tersebut sehingga menyebabkan kemacetan,” tambah dia.

Brigadir DK yang sedang mengawal kemudian berinisiatif melerai dan meminta kendaraan taksi itu agar segera maju sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

Setelah itu, Brigadir DK kembali melanjutkan perjalanan untuk mengawal mobil RI 36 menuju lokasi penjemputan Raffi Ahmad.

“(Brigadir DK melerai yang) saat itu terlihat gestur anggota sambil menunjuk seolah arogan,” tutur Argo.

Nasib Petugas Patwal RI 36

Lebih lanjut, Argo menyampaikan bahwa Brigadir DK yang menjadi petugas patwal mobil RI 36 diberikan sanksi teguran.

“Saat ini anggota sudah dilakukan pemanggilan dan klarifikasi terkait kejadian tersebut serta diberikan sanksi teguran untuk lebih humanis pada saat melaksanakan giat pengawalan,” ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/1/2025).

Ia menambahkan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mencari pengemudi taksi Silver Bird Alphard hitam untuk meminta klarifikasi.

“Apakah ada tindakan atau ucapan dari personel Ditlantas yang dianggap tidak sopan atau arogan,” imbuhnya.

Mewakili instansinya, pihaknya menyampaikan permintaan maaf jika sikap atau gestur Brigadir DK dianggap tidak layak atau arogan.

“Akan menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan pengawalan selanjutnya,” ungkap Argo.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved