Minggu, 24 Mei 2026

Wabah PMK di Jatim

Dampak PMK, Harga Jual Sapi di Kabupaten Banyuwangi Anjlok

Harga sapi di Kabupaten Banyuwangi anjlok sejak wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) kembali merebak. 

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Suasana Pasar Hewan di Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (10/1/2025). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI -  Harga sapi di Kabupaten Banyuwangi anjlok sejak wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) kembali merebak. 

Anjloknya harga sapi membuat omzet para pedagang sapi turut menurun.

Muslim (28), pedagang sapi asal Kecamatan Srono, menjelaskan, harga sapi turun antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor.

Ia mencontohkan, harga sapi yang sebelumnya Rp 14 juta per ekor saat kondisi normal, kini menjadi Rp 12 juta atau bahkan lebih rendah.

"Terakhir saya bawa sapi ditawar Rp 11 juta saja," ujarnya, Jumat (10/1/2025).

Selain itu, minat pembeli sapi juga menurun sejak wabah PMK sejak Desember 2024. 

Pada hari-hari normal, Muslim bisa menjual hingga tiga ekor sapi setiap berjualan di Pasar Hewan Rogojampi.

Mayoritas sapi yang ia bawa merupakan hasil pembelian dari pemilik di kampung-kampung. 

Sejak wabah PMK, ia hanya berani membawa sapi pribadi ke pasar.

"Karena takut tidak bisa menjual. Atau sekarang saya lebih memilih menjualkan sapi dari pedagang satu ke pedagang lainnya secara langsung," sambungnya. 

Bagio, pedagang sapi lainnya, mengaku omzet penjualannya juga turun. 

Penyebabnya, kini tak banyak pembeli dari luar kota yang datang ke Pasar Hewan di Banyuwangi.

"Biasanya ada dari Bondowoso sampai dari Jombang belanja ke Banyuwangi. Sekarang sama sekali tidak ada," katanya.

Bagio menyebut, penurunan omzet terasa sejak Desember 2024 atau sekitar sebulan terakhir.

"Dampaknya sangat terasa bagi saya," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved