Wabah PMK di Jatim
Komisi B DPRD Jatim Minta Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Optimal
Dari data Pemprov Jawa Timur, tercatat jumlah ternak yang terjangkit PMK tembus 803 kasus.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- DPRD Jatim minta penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur dilakukan intensif, tak sekadar reaktif semata. Penanganan PMK diarahkan untuk meningkatkan ketahanan, produktivitas dan kesejahteraan peternak.
- Data Pemprov Jawa Timur, jumlah ternak terjangkit PMK tembus 803 kasus. Anggota Komisi B DPRD Jatim Ony Setiawan sebut pendekatan jangka panjang dilakukan sebagai bentuk antisipasi ke depan.
- Sektor peternakan Jawa Timur yang tangguh, mandiri dan berdaya saing akan bisa terwujud
SURYA.CO.ID, SURABAYA - DPRD Jatim mendorong agar penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dapat dilakukan secara intensif tidak hanya sekadar reaktif semata.
Pendekatan jangka panjang dinilai lebih efektif dibandingkan pola darurat yang selama ini biasa diterapkan.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Jatim Ony Setiawan, Rabu (28/1/2026).
Kebijakan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku
Melalui keterangannya, Ony mendorong agar kebijakan penanganan PMK harus diarahkan untuk meningkatkan ketahanan, produktivitas dan kesejahteraan peternak.
Kemudian juga kemandirian sistem pencegahan dan pengendalian penyakit hewan di Jawa Timur.
Baca juga: Tangani Kasus PMK di Jawa Timur, Emil Dardak Pastikan 453 Ribu Vaksin Tiba Besok
"Harus ada kebijakan pengembangan jangka menengah dan panjang agar peternak kita lebih kuat dan tidak selalu terpukul setiap kali wabah muncul," kata Ony yang juga anggota Fraksi PDIP.
Jumlah Ternak yang Terjangkit PMK di Jawa Timur
Dari data Pemprov Jawa Timur sebelumnya, setidaknya sudah tercatat jumlah ternak yang terjangkit PMK tembus 803 kasus.
Ratusan kasus tersebut tersebar 38 kabupaten/kota di Jatim.
Baca juga: Aktivitas Pedagang Ternak di Pasar Hewan Mojokerto Turun Drastis Imbas Wabah PMK di Jatim
Ony mendorong agar pendekatan jangka panjang dilakukan sebagai bentuk antisipasi ke depan.
Di antara upaya yang ditekankan oleh Ony adalah vaksinasi PMK harus secara berkala.
Ia merekomendasikan agar Pemprov Jatim menjadwalkan vaksinasi minimal dua kali dalam setahun.
Lalu, disertai penyusunan standar operasional vaksinasi berbasis zona risiko di seluruh kabupaten/kota.
Bangun Sektor Peternakan yang Tangguh dan Mandiri
Dukungan anggaran dinilai harus mencakup ketersediaan vaksin, logistik, sistem rantai dingin, serta kecukupan tenaga pelaksana.
Di sisi lain, Ony juga menyoroti pentingnya ketahanan pakan untuk menekan dampak ekonomi akibat PMK.
| MAsih Ada 156 Kasus PMK di Kabupaten Kediri, DKPP Gencarkan Vaksinasi Hewan Ternak |
|
|---|
| Wabah PMK di 9 Kecamatan dan 15 Desa Kabupaten Mojokerto, 12.000 Dosis Vaksinasi Disiapkan |
|
|---|
| 453 Ribu Vaksin PMK Didistribusikan ke 38 Daerah Jatim, Ribuan Dokter Hewan akan Lakukan Vaksinasi |
|
|---|
| Aktivitas Pedagang Ternak di Pasar Hewan Mojokerto Turun Drastis Imbas Wabah PMK di Jatim |
|
|---|
| Cegah PMK, Kendaraan Pengangkut Hewan Ternak Diawasi Ketat di Pasar Hewan Mojokerto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/DPRD-Jatim-mendorong-agar-Penanganan-Penyakit-Mulut-dan-Kuku-PMK.jpg)