Pakar virologi Unair Sebut Peternak Jadi Garda Terdepan Tangani Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua bulan terakhir.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
ist
Pakar virologi dan imunologi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Fedik Abdul Rantam DVM. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua bulan terakhir.

Data dari Dinas Peternakan Jawa Timur mencatat 6.072 kasus PMK pada November-Desember 2024, dengan 282 ternak dilaporkan mati.

Pakar virologi dan imunologi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Fedik Abdul Rantam DVM, menekankan pentingnya peran peternak sebagai garda terdepan dalam penanganan wabah ini.

Ia menyoroti bahwa edukasi kepada peternak harus menjadi prioritas utama, mengingat banyak yang belum memahami pola penyebaran virus PMK.

"Sinergi antara peternak, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk memastikan langkah-langkah pencegahan seperti vaksinasi, desinfeksi kandang, dan karantina wilayah berjalan efektif," kata Fedik, Kamis (9/1/2025).

Selain itu, Fedik menekankan bahwa vaksinasi menjadi solusi utama untuk meningkatkan imunitas ternak terhadap PMK.

"Penting untuk menggunakan vaksin yang sesuai dengan isolat virus lokal agar efektivitasnya optimal," jelasnya.

Dengan langkah sinergis dan kesadaran bersama, wabah PMK diharapkan dapat ditangani secara efektif, melindungi mata pencaharian peternak, dan menjaga stabilitas sektor peternakan di Indonesia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved