Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, Petugas RPH Gresik Periksa Kesehatan Sapi yang akan Disembelih

RPH Gresik memastikan semua sapi yang disembelih sudah menjalani pemeriksaan dari virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: Sugiyono | Editor: irwan sy
sugiyono/surya.co.id
RPH Gresik meningkatkan pemeriksaan sapi yang masuk untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku, Kamis (9/1/2025). 

SURYA.co.id | GRESIK – Mantri di Rumah Potong Hewan (RPH) Gresik di Jalan Kramat Langon memastikan semua sapi yang disembelih sudah menjalani pemeriksaan dari virus penyakit mulut dan kuku (PMK), Kamis (9/1/2025).

RPH Gresik sendiri menyembelih minimal 18 ekor sapi setiap hari.

“Sapi yang masuk ke RPH pasti dilakukan pemeriksaan secara fisik dan medis. Dilihat mulut dan kakinya. Apakah mulutnya berbusa dan tidak bisa berdiri. Kalau tidak berdiri karena lelah, itu masih bisa disembelih,” kata  Zainal Abidin (53) juru sembelih di RPH dan petugas keamanan.

Menurut Zainal, sejak kasus wabah PMK yang pertama viral, peternak dan masyarakat Gresik sudah mengerti pentingnya vaksin bagi sapi dan menjaga lingkungan tetap bersih.

“Masyarakat dan peternak sapi di Gresik sudah mengerti, saat sapi sehat dilakukan vaksin. Kemudian, saat sakit demam, segera diberi obat dan dipanggilkan mantri hewan, sehingga tidak terjangkit virus PMK,” katanya.

Selama ini, untuk sapi yang masuk ke RPH Gresik juga dipastikan sehat, sehingga tidak ada pengaruh terhadap penjualan daging sapi di pasar.

“Pedagang daging di Gresik tidak terpengaruh terhadap isu penyebaran virus PMK,” katanya.

Sementara Kamisih, pedagang daging sapi dan ayam di Pasar Baru Gresik, mengatakan daging sapi sedang mahal, sehingga tidak berjualan.

“Daging sapi diatas Rp 100.000. Pembeli sepi, terpaksa tidak berjualan. Bukan karena PMK,” kata Kamisih di pasar Baru Gresik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved