Wabah PMK di Jatim

Kota Surabaya Masih Aman dari PMK, RPH Masih Potong 150 Ekor Sapi Perhari

Pemkot Surabaya memastikan daging di Kota Pahlawan masih aman dari virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

surya.co.id/bobby constantine koloway
Kegiatan perawatan dan pemotongan hewan di Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya. Dalam satu hari, perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya ini bisa memotong 150 ekor sapi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya memastikan daging di Kota Pahlawan masih aman dari virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain kualitas terjaga, stok pun cukup tersedia.

"Alhamdulillah belum (menemukan PMK di Surabaya). Semoga tidak ada. Di Rumah Potong Hewan (RPH Surabaya) juga tidak ada,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (7/1/2024).

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya memperketat alur distribusi hewan dari daerah menuju Surabaya.

Di antaranya, dengan memastikan hewan yang masuk ke dalam kota telah dilengkapi Surat Keterangan Sehat Hewan (SKKH) asli dari daerah asal.

Selain itu, juga menghentikan sementara pasokan sapi dari daerah terjangkit PMK.

"Ini dilakukan untuk memastikan hewan ternak yang masuk bukan berasal dari wilayah yang terjangkit wabah PMK,” kata Eri yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ini. 

Sekalipun stok sapi lokal berkurang, namun pasokan daging sapi di Surabaya masih aman dengan stok dari impor.

"Saat ini masih aman. Harga juga stabil. Kami terus upayakan agar sapi yang masuk Surabaya tetap aman," kata politisi PDI P ini. 

Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya berkoodinasi dengan jagal dan distributor telah mengurangi stok daging lokal sejak sebulan terakhir.

Sebagai alternatif, suplai daging di Surabaya diambil dari provinsi lain dan mengandalkan impor. 

Saat ini, RPH Surabaya masih memotong sapi hingga mencapai 140-150 ekor perhari. Jumlah tersebut sama seperti hari biasanya. 

"Sejauh ini stok maupun kualitas daging di Surabaya aman karena kami mengurangi stok sapi lokal dan lebih banyak mendatangkan suplai dari Jawa Barat maupun eks-impor," kata Direktur Utama PD RPH Kota Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (7/1/2025). 

Sejalan dengan langkah pemerintah, BUMD Surabaya ini tetap melakukan langkah preventif untuk memastikan daging aman dan berkualitas baik hingga tangan konsumen.

 "Hingga saat ini, kami tidak menemukan sapi dengan PMK di RPH namun kami tetap lakukan sejumlah langkah antisipasi," tandasnya.

RPH Surabaya sejak pekan lalu juga melakukan pengecekan secara maraton. "Hasilnya, dokter hewan kami tidak menemukan virus PMK di RPH," kata Fajar. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved