Berita Viral

Kisah Lengkap 4 Anak Yatim Ditinggal di Gubuk usai Ibu Nikah Lagi, Terkuak Alasan Tak Tinggal Bareng

Terungkap kisah lengkap mengenai empat anak yatim yang ditinggal di gubuk setelah ibunya menikah lagi. 

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase Instagram
4 anak yatim ditinggal di gubuk 

SURYA.CO.ID - Terungkap kisah lengkap mengenai empat anak yatim yang ditinggal di gubuk setelah ibunya menikah lagi. 

Ibu kandung keempat anak, Santi, mengaku terpaksa meninggalkan empat anaknya di sebuah gubuk di Banten.

Mulanya, Santi membantah kabar dirinya menelantarkan keempat buah hatinya setelah menikah lagi.

Dia mengaku, iba melihat suami barunya tidur di tempat tak layak.

Akhirnya, ia memutuskan tinggal di rumah sang suami dan meninggalkan anak-anak di gubuk tersebut.

Sebab, di rumah itu hanya ada ruangan kecil di dapur, yang jadi tempat tidur suaminya.

"Saya larang suami tidur di sini, karena, maaf ya, di sini saya taruh tidurnya. Jadi perasaan saya kurang layak loh menaruh suami di sini, gitu," jelas dia.

Namun, ia tidak pergi begitu saja.

Pada siang hari, ia mengunjungi keempat anaknya.

"Iya setiap hari (ke sini)," katanya, dikutip SURYA.CO.ID dari TikTok Bidan Seruni, Rabu (1/1/2025).

Namun jika dirinya sedang repot, maka suaminya yang akan datang ke rumah itu.

Baca juga: Nasib 4 Anak Yatim yang Terlantar Ditinggal Ibunya Nikah Lagi, Ternyata Uang dari Polisi Diambil

"Kalau saya lagi repot gitu, kata saya, antar dulu belanjaan anak-anak nanti mau masak, diantar sama bapaknya," tutur dia lagi.

Di samping itu, ia mengaku sedih mendengar video yang menarasikan dirinya menelantarkan anak-anak.

"Sedih sih sedih sebenernya, cuma gimana ya, gak sesuai sama yang saya jalanin gitu," kata dia lagi.

Sementara anak sulung Santi, Dewi, mengaku enggan tinggal bersama ibu dan ayah sambungnya.

"Mau di rumah ini aja," kata Dewi sambil menunduk ketakutan.

Setelah itu, Bidan Seruni yang mewawancarai keduanya pun menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang untuk keempat anak yatim itu.

Uang tunai yang diberikan oleh Bidan Seruni itu langsung diterima dengan sumringah oleh ibu empat anak itu.

Bahkan, uang itu buru-buru dimasukkan ke dalam tas Santi.

"Makasih ya, Bu. Semoga barokah sampai dunia akhirat, buat semuanya yang melihat anak-anak saya ke sini."

"Semoga panjang umur, murah rezeki, rezeki yang berlimpah," katanya sambil memasukkan uang ke tas.

Melihat itu, Bidan Seruni pun hanya tersenyum sambil melirik ke arah tas.

"Semoga adik-adik sehat-sehat juga ya bu. Mungkin bisa lebih sering ditengokin anak-anaknya ya bu, biar gak kesepian," kata Bidan Seruni.

"Pasti, apa lagi sering ada abangnya di sini," kata sang ibu.

 

Sebelumnya, keempat bocah itu tinggal di gubuk tak layak huni, di Kampung Cadas Ngerong, RT.19/04, Desa Kadu Beureum, Kecamatan Pabuaran, Kota Serang-Banten.

Parahnya, bocah yang rata-rata masih berusia di bawah 10 tahun itu hidup tanpa pengawasan orang dewasa.

Kondisi keempat anak itu lantas mendapat atensi dari Jajang Mulyaman, Kasubdit Gasum Polda Banten.

Jajang langsung mendatangi tempat tinggal keempat bocah itu.

Kondisinya miris. Gubuk tersebut tidak layak huni.

Bukan hanya itu, keempat bocah itu tinggal tanpa makanan.

Untuk makan sehari-sehari, anak tertua menuturkan biasanya mereka mendapat kiriman satu kali sehari.

“Dikirim sorenya, kalo gak sore paginya,” tutur bocah tersebut, dikutip dari unggahan  @bacottetangga__.

Untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci dan bersih-bersih dilakukan sendiri oleh keempat bocah tersebut tanpa bantuan sang ibu yang kini sudah memiliki keluarga baru.

Gubuk yang mereka tinggali pun tampak kurang layak dengan bagian dinding dari kayu yang bayak mengalami kebocoran.

Sementara itu kondisi air di tempat mereka tinggal juga memerlukan perhatian khusus.

Dibantu Polisi

Kompol Jajang Mulyaman, adalah orang pertama yang memviralkan kisah empat anak yatim tinggal di gubuk setelah ibu menikah lagi.

Kompol Jajang Mulyaman mengatakan, dia mendapat informasi mengenai keberadaan empat anak yatim yang tinggal berempat tanpa didampingi orang tua.

"Saya dapat info bapaknya meninggal dua tahun lalu, ibunya menikah lagi. Terus saya cek ke sana bersama anggota ternyata benar," kata Jajang, dikutip SURYA.CO.ID dari Tribun Banten.

Jajang mengaku tergerak untuk membantu anak-anak yatim tersebut.

Kemudian, ia pun mengunggah video kunjungannya ke rumah tersebut, agar menjadi syiar untuk masyarakat mau membantu mereka.

"Mereka sangat kasihan, masih kecil harus mengurus pekerjaan rumah sendiri hingga terpaksa harus putus sekolah," katanya.

Pasca video yang diunggah Jajang di media sosial viral, tak sedikit orang berbondong-bondong ke rumah anak yatim tersebut untuk memberikan bantuan.

Bahkan pihak Polsek Pabuaran, Camat, Dinas Sosial hingga Kementerian Sosial berkunjung ke rumah mereka untuk memberikan bantuan.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved