PT Terminal Petikemas Surabaya Target Tuntaskan Elektrifikasi Peralatan RTG Selesai di Tahun 2025
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) melanjutkan program elektrifikasi peralatan utama pelabuhan di tahun 2025 ini.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) melanjutkan program elektrifikasi peralatan utama pelabuhan di tahun 2025 ini.
Setelah selesai pada peralatan Container Crane (CC) di tahun 2024 lalu, TPS kembali melakukan upaya konversi penggunaan bahan bakar solar menjadi penggunaan tenaga listrik untuk 22 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), yang ditargetkan selesai di tahun 2025.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, mengatakan langkah ini merupakan upaya untuk menekan emosi karbon yang dihasilkan dari proses bisnis perusahaan.
"Hal ini yang mendorong kami untuk melanjutkan komitmen program elektrifikasi peralatan utama pelabuhan," kata Wahyu, Selasa (31/12/2024).
Elektrifikasi peralatan merupakan salah satu dari berbagai langkah yang akan dilakukan TPS setelah berhasil meningkatkan kinerja positif di sepanjang tahun 2024.
Di tahun 2024, TPS yang merupakan anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas ini, berhasil menorehkan sejarah baru dengan capaian arus petikemas atau throughput sebesar lebih dari 1,5 juta TEU’s.
Capaian ini akan menjadi milestone baru dalam perjalanan seperempat abad TPS.
“Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras seluruh TPS Familia, mitra kerja dan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan serta kepercayaan pelanggan kepada TPS”, jelas Wahyu.
Perencanaan program kerja yang menyeluruh, monitoring yang konsisten serta koordinasi antar unit yang ada di TPS, menjadikan TPS mampu merespon dan beradaptasi atas segala perubahan, tantangan dan dinamika yang muncul.
"Feedback dari seluruh pemangku kepentingan juga menjadi salah satu kunci keberhasilan TPS”, tambah Wahyu.
Pondasi dasar dimulai dengan penguatan dari sisi SDM sebagai penggerak utama roda usaha perusahaan.
Serangkaian program sertifikasi di tahun 2024, dilakukan guna memastikan bahwa SDM TPS merupakan personel yang kompeten dalam menjalankan tugasnya sesuai standarisasi yang ditetapkan, seperti Sertifikasi BNSP untuk Penanganan Muatan Angkutan Laut dan Penanganan Barang Berbahaya atau yang lazim disebut International Maritime Dangerous Goods Code (IMDG Code).
Pelatihan dan sertifikasi bidang K3 dan Manajemen Resiko tidak luput menjadi bagian dari pengembangan SDM, di samping juga sertifikasi Pengelolaan Energi dan Digitalisasi serta Internal Auditor sebagai upaya untuk memastikan SDM yang berkualitas siap mendukung perjalanan keberlanjutan TPS baik dari sisi pengelolaan energi, lingkungan, keselamatan maupun tata kelola.
Tidak hanya penguatan dari sisi kompetensi SDM, penyediaan sarana berupa ruang kerja dan perangkat kerja yang memadai dilakukan dengan diresmikannya ruang Planning and Control baru, guna memastikan proses perencanaan dan pengendalian berjalan dengan optimal.
Perencanaan dan optimalisasi sumber daya yang matang serta monitoring proses kegiatan layanan, mulai dari gate, lapangan hingga area dermaga, menjadi hal yang sangat signifikan untuk memastikan jaminan layanan yang disediakan.
| Rekam Jejak Nurhadi Hanuri, Kadindik Ponorogo yang Keluar Pintu Belakang saat Penggeledahan KPK |
|
|---|
| Herman Budianto Kirim Video Darurat Sebelum Ditangkap Tentara Israel |
|
|---|
| Kisah Relawan Kemanusiaan asal Ponorogo yang Ditangkap Israel saat Menuju Gaza, Sempat Live IG |
|
|---|
| Sosok Panglima Jilah Pemimpin Pasukan Merah Dayak yang Ajak Jokowi Main Film Kolosal, Ini Perannya |
|
|---|
| Penanganan TBC Efektif, Pemkot Madiun Perkuat Skrining dan Validasi Data |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kegiatan-bongkar-muat-dengan-CC-berbahan-bakar-listrik.jpg)