Berita Surabaya
Respons Dindik Soal Kosongnya Puluhan Jabatan Kepsek SMA, SMK dan SLB di Jatim
Mulai 1 Januari 2025 mendatang, sebanyak 45 jabatan kepala sekolah SMA/SMK di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Jawa Timur masih kosong.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Mulai 1 Januari 2025 mendatang, sebanyak 45 jabatan kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) masih kosong.
Dan jumlah ini, akan terus bertambah di tahun 2025, karena banyak di antara kepala sekolah saat ini yang mulai memasuki masa pensiun.
Salah satu upaya yang dilakukan Dindik Jatim untuk mempersiapkan calon kepala sekolah, yaitu dengan peningkatan kompetensi manajerial, keuangan, etika birokrat dan sistem profiling.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengungkapkan, untuk Jawa Timur, calon kepala sekolah akan memiliki poin tambahan jika sudah menjadi guru penggerak.
Tetapi juga akan dilanjutkan dengan sistem profiling, yang akan menghasilkan kepala sekolah dengan bekal yang sebelumnya telah dimiliki guru penggerak.
"Kalau mengambil guru yang belum mengikuti pelatihan dan pembekalan, nanti persaingan jadi tidak sehat. Sedangkan kami butuh persaingan yang sehat dengan hasil sertifikasi yang ada," tambah Aries Agung Paewai, Kamis (19/12/2024).
Diakui Aries, hasil profiling yang digelar Dindik Jatim pada pertengahan tahun 2024, memang tidak semua peserta calon kepala sekolah atau guru penggerak memiliki nilai yang sesuai target.
Dari 300 calon kepala sekolah di angkatan pertama, ada beberapa di antaranya hasilnya tidak bagus. Namun, banyak juga yang hasilnya bagus.
"Hasil profiling ini kan ternyata ada yang tidak bagus di sisi manajerial. Dan ini akan kami tingkatkan dengan berbagai pelatihan," pungkasnya.
Sementara itu, Ditambahkan Kabid GTK Dindik Jatim, Ety Prawesti mengungkapkan, kekosongan kepala sekolah selama ini bisa memanfaatkan guru penggerak yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 di Jawa Timur.
"Formulasi kami dalam pengangkatan kepala SMA/SMK dan SLB di Jawa Timur harus melalui berbagai tahapan. Salah satunya melalui profiling untuk melengkapi persyaratan menjadi kepala sekolah. Di sistem profiling ini, para calon kepala sekolah di analisa langsung oleh Dosen UINSA Surabaya untuk melihat kemampuan dan kompetensi cakep sekolah yang berasal dari guru penggerak," bebernya.
Ety juga menegaskan, target pelaksanaan sistem profiling ini juga tidak menyasar pada lulus tidaknya untuk jadi kepala sekolah. Jika tidak sesuai harapan, tentu pihaknya mengevaluasi dan mencari yang terbaik.
"Nah, profiling ini untuk melaksanakan kelengkapan guru penggerak. Ketika nanti jadi kepala sekolah, akan diverifikasi," ujarnya.
Guna mengejar kebutuhan jabatan kepala sekolah yang kosong, Dindik Jatim kembali menggelar profiling angkatan kedua di bulan Desember 2024.
Selain profiling, lanjut Ety, pihaknya juga akan memberikan materi terkait pengelolaan keuangan dari Inspektorat, kepala BPSDM Jatim untuk pemateri manajerial dan etika birokrasi.
| Tragedi Berdarah di TPU Mbah Ratu Surabaya, Pelaku Pembacokan Ternyata Residivis Narkoba |
|
|---|
| Detik-detik Kasir Minimarket di Surabaya Gagalkan Pencurian Motornya, Kejar Pelaku Sejauh 700 Meter |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Tiba di Surabaya North Quay Hari Ini, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Fisip Ubhara Surabaya Jajaki Kerjasama dengan Tribun Jatim Network |
|
|---|
| Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pembukaan-profiling-calon-kepala-sekolah-angkatan-kedua-di-Dindik-Jatim.jpg)