Minggu, 3 Mei 2026

Berita Surabaya

PT Siantar Top Tbk Optimistis Kinerja Tahun 2025 akan Tumbuh 2 Digit

PT Siantar Top Tbk tetap optimistis kinerja tahun 2025 akan tumbuh dua digit.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
sri handi lestari/surya.co.id
Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Armin, dan Direktur PT Siantar Top Tbk, Suwanto, saat paparan publik kinerja tahun 2024 di Surabaya, Selasa (10/12/2024). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perseroan yang bergerak di sektor produksi makanan ringan, PT Siantar Top Tbk tetap optimistis kinerja tahun 2025 akan tumbuh dua digit.

Meski mereka mengakui ada beberapa tantangan yang membuat target tersebut bisa saja tidak tercapai, di antaranya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5 persen, daya beli yang belum membaik, serta ekonomi global yang belum stabil.

"Industri di dalam negeri masih menghadapi tantangan yang tidak ringan di tahun depan. Oleh karenanya kami juga masih wait and see, tapi tetap optimistis bahwa kinerja perseroan bisa tumbuh dua digit," kata Armin, Direktur Utama PT Siantar Top, Selasa (10/12/2024), saat paparan publik perseroan di Surabaya.

Demikian juga dengan kenaikan UMP sebesar 6,5 persen di tahun 2025, Armin menyebut hal itu tidak bisa dihindari, meski pun cukup berat bagi perseroan.

"Kami berharap tahun depan ekonomi nasional akan kian membaik. Untuk tekanan global, memang pasar ekspor masih up and down. Adanya gejolak geopolitik global berimbas ke biaya pengiriman kapal," jelas Armin.

Sementara untuk tahun 2024 ini, Armin mengungkapkan, awalnya perseroan menargetkan kinerja bisa tumbuh dua digit.

Namun dengan melihat kondisi ekonomi, di mana daya beli masyarakat melemah dan adanya pesta politik, perseroan mematok pertumbuhan 5 persen.

"Kami optimistis bisa tumbuh 5 persen hingga akhir tahun ini, jika melihat kinerja hingga kuartal III tahun ini," ungkap Armin.

Dalam laporan keuangan PT Siantar Top Tbk, perseroan berhasil membukukan penjualan bersih di kuartal III tahun 2024 sebesar Rp 3,7 triliun, atau naik sebesar Rp 77,8 miliar atau 2,15 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2023, yang sebesar Rp 3,62 triliun.

Sementara laba bersih perseroan berhasil tercatat sebesar Rp 1,02 triliun di kuartal III-2024, naik Rp 330 miliar atau setara 48,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.

"Di pasar domestik, di tahun ini selain hambatan kondisi politik juga pemerintah yang terus berupaya memberantas judi online yang nilai transaksinya sampai Rp 900 triliun. Jika praktik ini bisa diberantas, kami yakin bisa mendorong daya beli masyarakat yang saat ini melemah," beber Armin.

Kondisi itu membuat penetrasi pasar produk makanan ringan juga tertekan.

Armin menyebut penjualan perseroan di pasar domestik tahun ini hanya tumbuh di kisaran 1 persen lebih.

Hal ini berbeda dengan penjualan ekspor yang per kuartal III tahun ini bisa naik 11 persen, dan mendongkrak kontribusi penjualan ekspor menjadi 17 persen.

"Kami bersyukur selama ini untuk penjualan ekspor perseroan berpartner dengan perusahaan distribusi bukan trader, sehingga masih tahan dengan gempuran market dan geopolitik," ungkap Armin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved