Berita Surabaya

Gandeng Koding Akademi, Wismilak Foundation Bangun Literasi Koding di Surabaya

Wismilak Foundation telah menjalankan Program AksiLiterasi Digital (Koding) sepanjang 2024.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
sri handi lestari/surya.co.id
Anastesya Ftaraya, dari Wismilak Foundation bersama CEO dan Founder Koding Akademi, Anak Agung Gde Rai Adi Putra Sanjaya, saat berada di SMAN 16 Surabaya dalam kegiatan lokakarya koding, Selasa (10/12/2024). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Wismilak Foundation telah menjalankan Program AksiLiterasi Digital (Koding) sepanjang 2024 dan berhasil memberikan dukungan literasi kepada sekolah umum dan inklusi.

Tidak hanya pada institusi pendidikan, program literasi juga disalurkan melalui kegiatan museum dan komunitas autism dalam rangka membangun literasi digital untuk Surabaya.

Dimulai di bulan April 2024 lalu, Wismilak Foundation telah memberikan lokakarya koding kepada 16 sekolah di Surabaya.

Tidak hanya untuk sekolah dasar, tahun ini Wismilak Foundation juga mulai menjangkau SMP dan SMA.

Sejalan dengan strategi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang sudah mulai membahas strategi pembelajaran koding juga pengintegrasian koding dan Artifial Intelligence (AI) di jenjang SMP dan SMA.

Anastesya Ftaraya, dari Wismilak Foundation, mengatakan Tahun 2024 ini, kami bersyukur dapat menjalankan lokakarya literasi koding tidak hanya untuk sekolah dasar seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini, Wismilak Foundation bersama Koding Akademi juga mulai menjangkau SMP dan SMA juga ekosistem yang lebih luas,” kata Anastesya Ftaraya, saat ditemui di SMA Negeri 16 Surabaya, Selasa (10/12/2024).

SMAN 16 Surabaya merupakan sekolah SMA pertama Program AksiLiterasi Digital (Koding) Wismilak Foundation.

Kepala SMAN 16 Surabaya, Drs Moch Usman MPd, membenarkan hal ini dan juga berharap bahwa akan ada keberlanjutan program dari Wismilak Foundation untuk mendukung tercapainya misi SMAN 16 Surabaya.

"Yaitu, unggul dalam mutu Iptek dan Imtaq, berakar budaya bangsa serta berwawasan lingkungan dan global," ujar Usman.

Selain SMAN 16 Surabaya, SMPN 13 Surabaya juga menjadi SMP pertama penerima Program AksiLiterasi Digital (Koding) Wismilak Foundation dan telah menerima pelatihan koding pada 26 November yang lalu.

Koding Akademi, pusat belajar koding dan robotik terbesar di Bali yang berfokus pada kesetaraan pendidikan berkualitas di Indonesia, merupakan pelaksana lokakarya koding untuk Program Aksiliterasi Digital (Koding) Wismilak  Foundation.

Kerja sama dengan Wismilak Foundation di program literasi koding berawal di tahun 2021, dimulai dari sosialisasi kepada sekolah-sekolah dasar, hingga saat ini Koding Akademi tidak hanya melakukan lokakarya untuk sekolah konvensional, tetapi juga bersama Wismilak Foundation menjangkau sekolah inklusi juga ekosistem seni di Surabaya.

Di bulan April 2024, Wismilak Foundation dan Koding Akademi mendukung kegiatan Walk for Autism yang diinisiasi oleh Junior Chamber International (JCI) East Java dan juga Pemerintah Kota Batu.

Selain itu, di bulan November lalu juga diadakan lokakarya koding bersama dengan Orasis Art Space Surabaya dengan seniman Mulyana (Mang Moel), pada ekshibisi Mang Moel: A Man, A Monster & The Sea by Mulyana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved