Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

Update Data BPBD Surabaya Soal Korban Puting Beliung: 102 Rumah Rusak, 316 Jiwa Terdampak

Proses perbaikan rumah warga terdampak bencana angin puting beliung dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabayastakeh

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Proses perbaikan rumah warga terdampak bencana angin puting beliung dilakukan oleh Pemkot Surabaya, bekerja sama dengan warga dan stakeholder terkait. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bencana angin puting beliung di Surabaya pada akhir pekan lalu, Jumat (29/11/2024), berdampak pada ratusan keluarga. 

Proses perbaikan rumah warga terdampak bencana tersebut, dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang bekerja sama dengan warga dan stakeholder terkait. 

Mengutip data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, bencana yang melanda wilayah Kelurahan Manyar Sabrangan dan Kelurahan Mulyorejo di Kecamatan Mulyorejo tersebut, merusak sejumlah rumah milik warga. 
Total, ada 102 rumah warga rusak ringan dan 22 pohon tumbang.

Rinciannya, sebanyak 77 rumah berada di Kelurahan Manyar Sabrangan dan 25 rumah lainnya berada di Kelurahan Mulyorejo

"Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap rumah yang mayoritas berbahan asbes," kata Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, Senin (2/12/2024).

Akibatnya, sebanyak 316 warga terdampak. Sebanyak 241 jiwa dengan 76 KK berada di Kelurahan Manyar Sabrangan, dan 75 jiwa dengan 24 KK berada di Kelurahan Mulyorejo

Beruntung, kejadian angin yang terjadi dalam kurun waktu 1 jam tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, 1 orang dikabarkan mengalami luka.

“Kejadian ini disebabkan oleh hujan lebat yang disertai angin kencang. Kami langsung melakukan kaji cepat dan berbagai upaya tanggap darurat,” ujar Agus Hebi dalam keterangannya.

Pasca kejadian, Pemkot Surabaya bergerak cepat untuk melakukan perbaikan. 

"BPBD Surabaya melakukan pemotongan pohon tumbang, evakuasi korban luka serta memberikan bantuan logistik dan terpal. Selain itu, pemasangan terpal juga dibantu oleh Koramil 0831-04/Sukolilo dan Kodim 0831/Surabaya Timur," tuturnya.

Selain BPBD Surabaya, Hebi menyebutkan, bahwa penanganan bencana ini melibatkan berbagai pihak. Termasuk BPBD Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Satpol PP, Palang Merah Indonesia (PMI) dan perangkat kecamatan serta kelurahan. 

"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pembersihan pohon tumbang dan merapikan area terdampak. Sedangkan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melakukan normalisasi saluran air untuk mengantisipasi genangan," jelas Hebi.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DPRKPP) juga menyediakan bantuan terpal serta mencatat kerusakan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Sedangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama PMI Surabaya, memberikan pertolongan medis bagi korban luka. PLN memutus aliran listrik di area terdampak dan memperbaiki instalasi listrik.

Dinas Perhubungan (Dishub) mengatur lalu lintas untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi bencana, dan Polsek Mulyorejo menjaga keamanan wilayah terdampak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved