Kamis, 16 April 2026

Kasus Siswa di Surabaya Dipaksa Sujud

Polrestabes Surabaya Bantah Penangkapan Ivan Sugianto Digantikan Stuntman

Banyak netizen meragukan apakah sosok yang ditangkap polisi itu benar-benar Ivan Sugianto atau pakai stuntman. 

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Ivan Sugianto (baju putih) ditangkap sesaat setelah landing di Bandara Juanda pada Kamis (14/11/2024). 

SURYA.CO.ID,  SURABAYA - Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Nainggolan memastikan Ivan Sugianto yang ditangkap dan ditahan asli. 

Ivan ini adalah pengusaha hiburan malam di Surabaya yang marah-marah dan memaksa siswa SMA Gloria 2 bersujud dan menggonggong di hadapannya. 

Dia mulai  ditahan di rumah tahanan negara Polrestabes Surabaya pada Kamis (14/11/2024).

Hanya saja, banyak netizen di media sosial X (Twitter) meragukan apakah sosok yang ditangkap itu benar-benar Ivan. 

Keraguan ini muncul, karena beredarnya foto-foto Ivan sebelum terlibat masalah dengan sejumlah pejabat kepolisian. 

Bahkan, ada netizen yang berlagak seperti ahli cocoklogi, mencocokkan ciri-ciri Ivan dari foto-foto lamanya dengan penampilan saat ditangkap.

"Tugas polisi adalah melakukan penindakan hukum. Mau netizen bilang kami bagaimana, itu urusan netizen. Mau kami klarifikasi kayak gimana, tetap nanti blunder sama netizen," tutur Rina, Jumat (15/11/2024).

Rina lantas menegaskan, proses kedatangan Ivan hingga ditahan di Polrestabes Surabaya bisa disaksikan banyak awak media. 

Semua wartawan diperbolehkan mengambil foto dan video, mulai turun dari mobil lalu masuk diperiksa di kantor Reskrim unit  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), hingga dikeler masuk tahanan.

"Soal katanya itu pakai stuntman, itu pakai orang-orangan, atau apa, silakan. Yang pasti kami sudah laksanakan tugas, dia (Ivan Sugianto) sudah ditahan di Polrestabes Surabaya," tegas Rina.

Rina juga menanggapi terkait kabar-kabar miring. Misalnya soal tudingan dari netizen yang menyebut Ivan bakal tetap hidup enak di penjara, karena kenal banyak pejabat di kepolisian. 

Rina menegaskan lagi, semua ruang tahanan Polrestabes Surabaya tidak ada fasilitas yang istimewa. Tidak ada kasur, dan tidak ada yang terpasang AC.

"Fasilitasnya cuma makan dua kali sehari. Bisa ditanyakan orang yang pernah masuk penjara," ucapnya.

Kasus ini bermula saat Ivan Sugianto bersama sejumlah temannya mendatangi SMA Gloria 2 Surabaya untuk melabrak seorang siswa berinisial EH. Peristiwa itu terjadi pada 21 Oktober 2024, di depan gerbang sekolah.

Ivan marah karena merasa anaknya di SMA Cita Hati dihina sejumlah siswa SMA Kristen Gloria 2, terutama korban berinisial EH. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved